Paper Wall - Empat Puluh Delapan

449 108 124
                                        

Enggak tahu terlalu fokus atau enggak merhatiin, kalian tuh sadar enggak sih kalau Suho kakak iparnya Kyungsoo?😂

Heuheu T_T

























***

Sejak pertemuannya dengan Jooheon dan Seulgi malam itu, Mia sesaat berhenti memikirkan Kyungsoo karena kesibukannya dimulai. Bukunya sudah dijual dan dirinya sibuk ikut promosi agar pembelinya banyak.

Bahkan di luar dugaannya, di hari kelima dan enam bukunya ini sudah mulai kosong di beberapa toko buku. Yang artinya peminat cerita Mia lebih banyak dari yang ia kira. Padahal sebelumnya Mia pikir hanya pembaca di dunia online saja yang akan membelinya, ternyata orang awam yang tak kenal padanya sekalipun cukup banyak yang membeli bukunya.

Di beberapa tempat menjadi kebanggan tersendiri karena mendapat best seller, untuk novelis pemula sepertinya sungguh hasil yang menakjubkan, bukan? Sedikit-banyak ia merasa beruntung karena memulai kegemarannya untuk menulis di dunia maya, dari sana ia juga belajar banyak tentang dunia tulis-menulis.

Bahkan rencananya Mira akan meminang cerita Mia yang lain karena respons para pecinta buku yang menyukai karyanya ini.

Di hari di mana bukunya menjadi perbincangan hangat, orang tua dan kakak Mia melayangkan kalimat kebanggaan untuknya. Selanjutnya berangsur ke Jooheon dan teman-temannya yang lain, mereka ikut bangga karena Mia si pengangguran bisa bangkit hanya dalam satu tarikan napas.

(Mungkin mereka tidak tahu bagaimana perjuangan Mia menjadi seorang penulis Fanfiction sejak awal menyukai Kpop, hei, walau Fanfiction tetap harus pakai bahasa yang benar, bukan? Tidak asal-asalan, loh! Tetap harus tahu ilmunya!)

Oho~ bagaimana kalau bukumu diangkat menjadi sebuah film?” goda Jooheon ketika mereka sekarang sedang berjalan bersama menuju salah satu toko buku. Mia menyenggolnya malu.

“Eii~ jangan berlebihan!” sahutnya tertawa. Jooheon bersyukur melihat itu, Mia bisa lagi menunjukkan tawanya. Walau ia tak yakin apakah itu tulus atau hanya sebuah kepalsuan. “Omong-omong, ini sudah seminggu lebih sejak bukuku diterbitkan. Katanya kalau buku selanjutnya laku seperti sekarang, akan ada meet and greet untukku. Jooheon-a, aku tak tahu apakah aku harus senang atau bagaimana?”

Jooheon terkekeh, ia merangkul gemas mantan kekasihnya ini sambil berjalan masuk ke toko buku. Jujur ia merasa bangga, karena selama ini ia selalu mengatainya pengangguran yang kerjanya meneriaki para oppa ketika melihat ABS mereka.

Ckckck.

Oppa!” Jooheon menoleh, ia merenggut ketika seruan seseorang bukan tertuju padanya. Tapi pada Mia yang memang berakun Mia_Oppa dan lebih suka dipanggil demikian. Dasar tidak normal! Rutuknya.

Sekitar tiga orang perempuan memintanya atau lebih terlihat memelas untuk menandatangani buku mereka. Buku Mia yang baru saja dibeli dan masih segar. Perempuan itu menolak sambil sesekali bercanda, ia senang bisa bertemu penggemar tulisannya secara langsung begini. Bahkan gemas dan ingin memeluknya satu-satu.

(Gini loh, andai Mimu bisa ketemu kalian tak cubit satu-satu kayak Mia wkwkwk bukan peluk lagi:’v)

Diam-diam Jooheon yang memperhatikan itu ikut tersenyum, “Syukurlah kalau dia bisa bahagia juga tanpa Kyungsoo hyung.”

Paper WallTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang