Ketika si pengendali mimpi bertemu dengan Author Fanfiction yang mengandalkan mimpi untuk tulisannya.
Ada yang tahu jika mimpi sebenarnya bisa dikendalikan? Jika tidak, ayo berkenalan dengan Mia Melody. Gadis pengangguran yang punya pekerjaan sampin...
Malam menjemput ketika acara bakar-bakar diadakan, suasananya meriah sejak sejam yang lalu. Walau sebenarnya mereka sadar bahwa acara bisa lebih menyenangkan lagi karena Mia, perempuan yang tampak murung walau tak menunjukkannya secara jelas.
Bukannya menolak tahu, hanya saja acara bisa kacau kalau mereka membahas kejadian sore tadi. Itulah kenapa sekarang Kyungsoo menemaninya memotong beberapa sayuran, mencoba menghibur Mia yang tetap memaksakan diri untuk terlihat ceria. Setidaknya dia menemani.
Tangannya menyenggol Mia, gadis itu menoleh dengan bingung sambil menghentikan kegiatannya sebentar. Kyungsoo hanya tersenyum, entah apa maksudnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Aku baru pertama kali melihatmu memasak begini," ujarnya sambil kembali memotong sayur. Mia hanya bergumam tak jelas sebagai sahutan. "apa aneh jika aku bilang kau mempesona?"
Mia mengedarkan tatapannya, semua sedang asyik dengan kegiatan masing-masing tanpa peduli pada keduanya. Ia kembali fokus pada sayuran, menahan mati-matian untuk tidak lepas kendali karena Kyungsoo baru saja memujinya. Oh, benarkah? Apa jangan-jangan hanya menggodanya?
"Atau seksi?" Pertanyaan lanjutan dari Kyungsoo membuat Mia menjatuhkan pisaunya sebentar, walau dengan gesit ia segera mengambilnya lagi dan memotong makanan seakan tak terjadi apa-apa.
Hal itu membuahkan kekehan dari Kyungsoo, Mia dengan tingkahnya yang lucu. "Berhenti bercanda."
"Lalu kau mau aku melakukan apa?" tanya Kyungsoo dengan nada yang tidak setengil sebelumnya. Mia tak menyahut, ia lebih memilih memindahkan sayuran tadi ke dalam piring. "Menciummu?"
"Ish!" desis Mia sambil melempar tatapan tajam yang dipaksakan. Soalnya raut wajah Mia yang malu saat ini lebih mendominasi. Kyungsoo sampai tak bisa menahan diri dan mencium pipinya dengan cepat.
Bukannya mengutamakan memarahi Kyungsoo, Mia justru langsung memperhatikan keadaan di sekitar. Beruntungnya tidak ada yang melihat kejadian yang terjadi secara cepat tadi, ia benar-benar akan sangat malu. Dengan rasa jengkelnya, Mia mencolek mayonnaise terdekat ke hidung Kyungsoo dan berlalu meninggalkannya.
Di sisi lain, Hyo Jin menghentikan kunyahannya dan mengedarkan pandangan. "Apa sosisnya habis? Memang beli berapa bungkus tadi?"
Irene dan Du Ling menjelaskan kalau sosis di supermarket tadi tidaklah banyak, itulah kenapa mereka membeli sayuran. Namun tak lama Gong Yoo selaku paman Kyungsoo yang menjaga villa menyarankan untuk beli saja di toko terdekat di samping kanan posisi villa. Biasanya ada banyak karena untuk persediaan ketika musim liburan seperti ini.
Hyo Jin pamit untuk membelinya sendiri ketika Mia menawarkan diri menemani. Mungkin dia benar-benar akan dicap bodoh karena masih mau saja berbaik hati pada ibu Kyungsoo yang sudah menyakiti hatinya bukan hanya sekali.
Sudah jelas, kan? Jawabannya Hyo Jin akan menolak. Menyisakan kecanggungan di taman belakang kalau saja Baekhyun tak buru-buru meramaikan suasana seperti semula.