Kyungsoo pulang menyusul Baekhyun keesokan harinya, hal ini membuat anggota keluarganya pun memutuskan untuk ikut pulang ke Seoul. Tak enak berlama-lama tinggal di Jeju di saat suasananya saja tidak mendukung.
Baekhyun langsung saja menjejalinya beberapa nasihat serta mengingatkannya untuk tetap bicara dengan Mia. Biar bagaimanapun Kyungsoo harus minta maaf karena sudah menyakiti perasaan perempuan itu, karena ia pun yakin Mia akan meminta maaf atas kesalahannya.
Jika kalian bertanya bagaimana perasaan Kyungsoo sekarang, tentu saja jawabannya adalah ia benar-benar merasa kacau. Antara Mia atau sosok Jihyun membuatnya jatuh sakit di hari pertama kepulangannya.
Otaknya sulit diajak kerja sama, ia selalu membayangkan pertemuannya dengan Boksil di jembatan itu. Hatinya 100% yakin bahwa sosok itu bukanlah orang lain, Kyungsoo sangat hapal bagaimana Jihyun. Pikirannya tak lupa akan segala yang ada dalam diri perempuan itu.
Dari simetri wajahnya, senyumnya, bahkan suaranya saja Kyungsoo masih ingat betul.
Di saat dirinya perang melawan demam, kepalanya tetap memikirkan jalan keluar. Biar bagaimanapun Kyungsoo harus tahu siapa perempuan itu, harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan jalannya adalah kekasihnya sendiri. Itu berarti Kyungsoo harus bicara dengan Mia secepat mungkin.
Setelah beberapa hari istirahat –walau otaknya tak bisa berhenti memikirkan sosok Boksil-, akhirnya ia pergi ke rumah Mia yang kata Baekhyun belum sembuh juga dari sakitnya. Perempuan itu bukannya ingin sehat, dia malah menyiksa diri dengan jarang minum obat tambah lagi makan pun sulit.
Sayang sekali sebelum ia sampai ke rumahnya, Shownu sudah didapatinya baru ingin memasuki mobil. Ia menghentikan niatnya ketika presensi Kyungsoo muncul, Shownu menatapnya datar seperti biasa walaupun hatinya tidak demikian.
“Adikku belum bisa bertemu orang lain, aku ingin dia istirahat,” ucapnya tanpa basa-basi.
“Aku kekasihnya, bukan orang lain.”
“Kau pikir begitu?” tanya Shownu menohok hati Kyungsoo. Bukannya ia bodoh karena tak mengerti maksud pertanyaan itu, memang benar begitu keadaannya jadi Kyungsoo tak menyahut. Ia berbalik setelah pamit seadanya untuk pergi kalau saja Shownu tak menginterupsinya. “Kalau kau sampai menyakitinya lebih dari ini …”
“…”
“… aku takkan tinggal diam.”
Kyungsoo menyaksikan kepergian Shownu yang kembali ke rumahnya, ia mengacak rambutnya dan pergi dengan perasaan yang tak berubah.
***
“Robot-nim, kau tidak jadi pergi?” tanya Mia dengan lemas ketika Shownu masuk ke dalam kamarnya dengan wajah yang sedikit berbeda. Memang datar, tapi Mia sudah bisa membedakan bagaimana suasana hati sang kakak walau hanya melihat dari rautnya saja.
Shownu menarik kursi meja belajar adiknya dan duduk di samping kasur Mia, menunduk dalam sambil memainkan jarinya. Mia sendiri langsung terduduk dan menatapnya bingung.
“Ada apa?” Pertanyaan dasar yang selalu ia lemparkan kepada Shownu kalau ada yang tak beres. Shownu sendiri hanya mendongak sambil menatapnya.
“Oppa lebih suka kau bahagia karena fangirlingan, Mia,” katanya menarik Mia untuk mengerti akan maksudnya. Detik berikutnya perempuan itu mengangguk sambil tersenyum tipis, tapi bukan menyetujui ucapan sang kakak.
Ia melirik obatnya di nakas, baru saja ia meminumnya. Niat hati untuk yang terakhir kali karena kondisi badannya sudah membaik, bahkan sekarang saja sebenarnya bisa beraktivitas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Paper Wall
Fiksi PenggemarKetika si pengendali mimpi bertemu dengan Author Fanfiction yang mengandalkan mimpi untuk tulisannya. Ada yang tahu jika mimpi sebenarnya bisa dikendalikan? Jika tidak, ayo berkenalan dengan Mia Melody. Gadis pengangguran yang punya pekerjaan sampin...
