Kau tidak akan pernah tahu, rasanya merindu pada seseorang yang sudah pernah disakiti. Itu sangat berbeda, seperti saat kau merindukan seseorang yang belum tentu mau dirindui.
"Bas." Lagi.
Aldi kembali memaksakan waktunya untuk bertengkar, sepertinya tiada hari tanpa pertengkaran.
Bastian memutar bola matanya malas, maksudnya lelah.
Bukan karena kelelah, tapi Bastian terlalu malas membuka suaranya untuk Aldi.
Menurut Bastian, Aldi yang sekarang begitu arogan dan angkuh.
Sifat memerintah, dan egois mendominasi. Benar benar Aldi yang harus memiliki apa yang menjadi miliknya tanpa gugatan.
Sungguh, Bastian juga muak dengan sepupunya.
Apa katanya?
Bastian tidak pernah bisa mengerti perasaannya, tolong jelaskan. Dibagian mananya?
Menjengkelkan, pasti.
"Cewek lo gak ngomong sesuatu sama lo, tentang gue?" Bastian menjawab dengan gelengan kepala, memang tidak ada kok.
"Kenapa gak ada?" Bahunya terangkat tidak tahu juga.
Apa yang harus Bastian tahu memang, sekarang yang mendominasi hidupnya cukup Kalista, Bastian benar benar fokus pada wisudanya sekarang.
"Al, lo kenapa si?" Tanya Bastian dengan suara sangat lembut, maksudnya dalam arti yang sesungguhnya.
Bastian terlalu lelah untuk berbicara banyak, terlalu keras dan kencang juga membuang tenaganya.
Menyebalkan, harusnya.
Aldi mengendikan bahunya tidak tahu, sebenarnya Aldi juga tidak terlalu yakin.
Maksudnya, tujuan Aldi mencari dan selalu menginginkan Salsha itu untuk kembali itu, apa.
Jelas jelas, begitu banyak teman perempuan, yang menurut Aldi dianggap teman tapi berbeda cerita dengan yang lainnya.
"Tujuan lo apa masih cari Salsha sampe sekarang?"
"Gue gak akan bantu lo, kalo tujuan lo cuma buat main main main. Umur terus bertambah, dan harapan gue, lo harusnya tahu. Mau gimana hubungan lo dibawa, dan akan gimana untuk kedepannya." Lanjut Bastian yang membuat Aldi terlihat bingung.
"Maksud lo?"
"Lo cari Salsha karena lo mau minta maaf sama dia kan?" Aldi mengangguk, memang iya.
"Nah, lo nyari dia cuma mau minta maaf. Tapi, lo terlalu keras sama cewek gue bro."
"Lo minta sama Kalista, biar lo dapet kesempatan bisa masuk dalam kehidupan Salsha lagi. Bukan menjerus ke arah lo minta maaf, lo terlalu naif tentang Salsha. Lo juga terlalu memaksakan kehendak lo sendiri, tanpa berfikir panjang." Ucap Bastian memijat keningnya pusing.
"Tapi tujuan gue tetep sama, gue mau minta maaf sama Salsha dan menjalin hubungan seperti semua. Gue mau ngajak dia balikan." Jawabnya yang membuat Bastian meringis, oh ayolah.
KAMU SEDANG MEMBACA
PL
De TodoPICK LOVE VERSI WATTPAD ON GOING "Kalo lo gak cinta sama Salsha, lo bisa lepasin dia. Biarin gue bahagiain dia." Ucap Iqbal berjalan mendekati Aldi yang sedang melamun. "Gue cinta sama dia." Jawab Aldi berusaha tersenyum dikursinya. Sudah kesekian k...
