Apa Aldi berhak menyesal sekarang? Oh! Jangan gila, Iqbal berada didepannya sekarang, dan parahnya status Iqbal menikung Aldi secara terang terangan kawan.
.
"Apa kamu bilang?" Tanya Bastian yang begitu terkejut tentang ucapan Kalista yang sangat tiba tiba.
Bagaimana bisa Aldi ada di London sekarang, belum lagi. Kenapa bisa sampai di negara ini, bahkan saat hari kelulusan Bastian, baik dirinya ataupun Kalista.
Tidak ada yang angkat bicara waktu itu, dan terlebih lagi. Mereka sudah bahagia berdua kan? Maksud Bastian, Aldi dengan Hana.
Saat hari Wisuda Bastian, Aldi juga memperkenalkan Hana sebagai pacarnya. Untuk respon Kalista, jangan ditanyakan lagi.
Rasa rasanya, mungkin saja. Ingin menjambak rambut anak muridnya waktu itu.
Tapi, adanya Hana di kehidupan Aldi bukanlah kesalahan, Tuhan membuat jalan begitu bagus sampai saat Aldi benar benar kekeh dalam pendiriannya luntur begitu saja.
Aldi berniat melupakan Salsha, dan mengalihkan paten hatinya pada Hana, waktu itu.
Wah, ternyata.
Lihatlah ini, apa menurut Bastian tidak gila. Siapa yang memulai, dan siapa yang menabrakkan api dengan bara panas.
Ini terlalu tiba tiba bagi Bastian yang sedang mengurus Skripsi, mereka berdua tentu saja.
"Kak Arta bilang, Aldi ada di London udah dua tiga hari yang lalu." Ucap Kalista mengulangi perkataannya lagi, Kalista tahu Bastian masih sedikit sulit mencernanya.
Tapi, Kalista mau Bastian bangun pada waktu sekarang. Memang benar jika Aldi benar benar ada disini sekarang.
Di Kampus yang sama lebih tepatnya, mati sudah!
Bastian dengan cepat meminum soda kaleng didepan matanya dan menegaknya sampai tandas.
Masih sulit mencerna sebenarnya, siapa dan akan seperti apa semua ini.
"Di Kampus ini juga?" Tanya Bastian yang dibalas anggukan kepala mantap dari pacarnya.
Fikiran Bastian nge blank sekarang.
"Kamu oke oke aja?" Kalista mengangkat bahunya acuh.
"Bukan urusanku kan? Kenapa ikut campur, itu urusan mereka."
"Tuhan yang buat jalan, dan tinggal kita yang menyesuaikan." Sambung Kalista terlihat begitu santai bagi Bastian.
"Tapi--"
"Iqbal itu--"
Ucapan Bastian seperti terbelit belit, akan menceritakan kembali pada Kalista kejadian beberapa tahun yang lalu, dan Kalista kembali memutar bola matanya malas.
"Dunia berputar, yang awalnya bukan siapa siapa akan kalah cuma dengan status mutlak cicin dijari manis kita."
"Siapapun yang berjanji dan terlambat, jalan berkata lain." Balasnya lagi, Bastian terdiam. Sekarang dia melirik jari Kalista sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
PL
RawakPICK LOVE VERSI WATTPAD ON GOING "Kalo lo gak cinta sama Salsha, lo bisa lepasin dia. Biarin gue bahagiain dia." Ucap Iqbal berjalan mendekati Aldi yang sedang melamun. "Gue cinta sama dia." Jawab Aldi berusaha tersenyum dikursinya. Sudah kesekian k...
