61. KEBENCIAN IBRA's FAMILY

473 43 17
                                        

Bagaimana perasaanmu jika bertemu dengan mantan pacar adikmu dan dipertemukan sebagai rekan kerja abadi.

Dan bagaimana responmu saat bertemu dengan kakak mantan pacarmu yang belum sempat kau hilangkan perasaannya dari hatimu justru rival perusahaan papamu sendiri.



"Ngapain disini?" Tanya ayahnya yang membuat Iqbal bingung, memang Iqbal harus dimana?

Bukankah perusahaan ayah dan bunda juga miliknya, dua hari lagi Iqbal akan kembali mengurus perusahaan bunda.

Dan sekarang, apa lagi yang dipertanyakan. Ayahnya sepertinya sudah melupakan sesuatu, atau sebaliknya?

"Ayah minta Iqbal menjalin kerjasama dengan perusahaan Mahwa kan? Tadi pagi Iqbal kesana buat tahu kinerja Mahwa's Company." Jawab Iqbal dengan terus terang.

Sudah jelas kan, Iqbal selesai makan siang tadi. Kembali pulang ke Kantor ayahnya, dan ayah sudah ada ditempat membuat Iqbal sedikit bingung.

Kapan ayah pulang dari Bali?

"Seinget ayah, menantu ayah Wisuda empat jam yang lalu. Dan kamu sebagai calon suaminya justru masih mengurusi pekerjaan yang jelas jelas bisa kamu undur?" Iqbal terdiam, dia membeku disatu waktu yang sudah tidak perlu dijelaskan jika Iqbal baru saja menyadari kesalahannya.

"A-ayahh." Ucap Iqbal dengan terbata sekarang, dia melirik arloji ditangannya dengan penuh ketakutan.

14:00 Untuk London, sial Iqbal ceroboh untuk satu hal.

"Ya, justru sebagai calon mertua Ayah sudah mengirim ucapan selamat dua jam yang lalu lewat sambungan telefon." Jawab ayahnya yang membuat Iqbal benar benar kecewa pada dirinya sendiri., dia terus diam yang membuat ayahnya kembali berbicara.

"Apa yang kamu lakukan nak?" Lanjut ayahnya yang membuat Iqbal menundukan kepalanya, bingung.

"Apa isi otak didalam kepalamu."

"Apa ayah pernah mengajarkanmu untuk terus kerja dan melupakan keluargamu? Tidak. Bahkan hampir sepuluh tahun bundamu bekerja di Luar Negeri ayah izinkan. Kasih sayang dari ayah selalu ayah berikan lebih dari apapun."

"Kamu keliru nak, bunda selalu meluangkan waktu padamu saat kamu masih remaja, apa yang kamu katakan? Kamu selalu bicara jika kamu benar benar anak ayah dan tidak memiliki bunda dalam kehidupanmu."

"Berhenti egois mulai sekarang, kita kaum laki laki sangat membutuhkan perempuan dihidup kita. Jangan terus keras kepala jika segala yang kamu lakukan benar benar sibuk dan tidak memiliki waktu untuk membagi kasih sayang pada keluarga atau hanya satu sama lain."

"Pergilah, temui Salsha. Ayah dengar, dia menangis karena calon suaminya tidak datang ke acara Wisudanya. Ada seseorang yang mengingkari janji, katanya." Iqbal yang sudah sadar pada posisinya langsung berjalan mengambil kunci mobilnya untuk pergi ke Bandara.

"Gunakan jet pribadi, apa kamu masih memikirkan pesawat kelas atas?" Tanya Ayahnya yang masih Iqbal dengar, dan sekarang Iqbal baru saja menyadari.

Seserius apapun dirinya dalam melalui hidup, terlalu monoton itu berbahaya.

Iqbal contohnya, dia berhasil menjalani hidup monotonnya dan melukai orang yang teramat disayang olehnya.

Iqbal berhasil ingkar janji sekarang, janji pertamanya dan membuat Salsha benat benar menangis karena Iqbal melupakan hari istimewanya.

Apa yang akan Iqbal katakan, dirinya bertemu dengan rekan kerja baru dan berbicara banyak, sampai makan siang bersama dan melupakan Salsha yang statusnya calon istrinya.

PLCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang