Apapun, jika banyak sekali tuntutan. Percayalah, ada orang special dibelakangnya.
Salsha yang sedang duduk di sofa apartemen Iqbal hanya bisa terdiam saat Iqbal menatapnya penuh tanda tanya.
Salsha juga tidak tahu, sungguh. Apa maksud dari Kak Arta yang meminta dirinya disamping Iqbal setiap waktu, dan jangan menjauh dari calon suaminya itu.
Katakan saja, Salsha terlalu munafik.
Tapi, maaf. Salsha memang sangat mencintai Iqbal, bukan berarti Salsha juga akan kembali pada masalalunya.
Siapapun yang memilih kembali pada masalalunya, sama saja dia masuk pada rasa sakit yang sama untuk kedua kalinya.
Memang semua orang berbeda, tapi apa salahnya waspada kan. Apalagi, tanggal pernikahan mereka juga sudah ditentukan.
Baju, Undangan Pernikahan, Wedding, semuanya Kak Katya dan Kalista yang mengurusnya.
Dan, Salsha sekarang meminta diundurkan dua hari lagi?
Ada apa lagi sekarang keluh Iqbal begitu saja saat tidak terima saat semua rencana matang sudah didepan matanya.
"Aldi, dia yang buat kamu ragu sama aku. Iya?" Salsha diam saat Iqbal mulai berbicara, pertanyaan yang menuntut jawaban.
Siapapun pasti akan gemas jika ada diposisi Iqbal, semuanya terlihat menjengkelkan.
Menunggu lebih lama lagi? Bahkan daun sudah berkali kali jatuh dan terus bertumbuh baru sampai membuat umur dari pohon itu semakin tua.
"Kamu udah gak ada perasaan lagi kan sama Aldi?" Tanya Iqbal lagi dengan suara mengintrupsi Salsha, bukan untuk membuat Salsha tunduk dan diam.
Iqbal kali ini hanya membutuhkan jawaban yang sangat tepat, Iqbal sama sekali tidak ingin mengacaukan segalanya.
Sekarang, bukan masalah gampang. Ini sudah sangat sangat di ujung. Bukan tentang, Iqbal yang egois yang terlalu menginginkan Salsha ada di hidupnya.
Sekarang bukan tentang siapa yang menanam, dia lah yang mendapatkan buah. Akan tetapi, siapa yang sabar menunggu. Dia juga yang akan merasakan kepuasan tersendiri, jadi jangan gila sekarang.
"Udah sejauh ini, dan kamu minta diundur dua hari. Sebenernya, yang gak punya perasaan itu aku atau kamu." Iqbal mengusap wajahnya sangat kesal sekarang, entah suara apa yang akan Iqbal keluarkan didalam pertengkaran mereka berdua sekarang.
Kenapa.
Mari, Iqbal ceritakan sedikit.
Tadi siang Salsha bertemu dengan Aldi, bersama Iqbal sebenarnya. Mereka bertiga bertengkar hebat saat itu, Salsha yang terus terus dipojokan dan Iqbal yang selalu menjadi tameng suci didepan calon istrinya.
Aldi mendapat Surat Peringatan pertamanya di hari pertama dia berangkat, Ketiganya benar benar berhasil dibubarkan oleh Dosen yang cukup tegas saat itu.
Apa kabar dengan Salsha? Jangan ditanyakan lagi, rasa rasanya. Tamparan dua tiga kali masih sangat kurang Salsha lampiaskan pada Aldi diwaktu yang bersamaan.
Berhasil, dimana Iqbal dan Salsha bertengkar di Universitas dan menyeret Salsha pulang dengan membolos.
Yang kembali membuat Iqbal marah, Salsha sangat kesal saat itu. Semua emosi menggebu gebu, sampai tanpa sengaja Salsha mengatakan meminta pernikahannya di undur.
Dan dilaksanakan setelah Salsha benar benar siap, Well?
Apa lagi yang harus Salsha siapkan, Hati? Sumpah, Iqbal semakin tidak bisa berfikir jernih.
KAMU SEDANG MEMBACA
PL
RandomPICK LOVE VERSI WATTPAD ON GOING "Kalo lo gak cinta sama Salsha, lo bisa lepasin dia. Biarin gue bahagiain dia." Ucap Iqbal berjalan mendekati Aldi yang sedang melamun. "Gue cinta sama dia." Jawab Aldi berusaha tersenyum dikursinya. Sudah kesekian k...
