Bisa kita keluar, Sal?
Mata Salsha mengerut bingung, sangat jarang sekali semenjak kecelakan yang menimpa Aldi, Iqbal mengirim pesan padanya.
Bahkan, bertegur sapa hanya sebentar.
Dan selebihnya keduanya sibuk dengan urusan masing masing.
Kemana?
Setelah selesai mengetik jawaban pesan dari Iqbal, Salsha merebahkan tubuhnya diatas ranjang yang terbilang pas untuk tiga orang dengan satu orang gemuk.
Suatu tempat, gue harap lo gak nolak karna malam ini malam berharga yang gue nanti.
Jauh sebelum gue bisa deket sama lo :)
Salsha menghela nafasnya, apa maksud semua ini. Dengan berfikir sebentar, Salsha kembali menjawab dengan mengetik tiga huruf sebagai jawaban paling ditunggu.
Oke.
Setelah itu Salsha bangkit untuk mandi dan bersiap, namun dentingan suara dari ponselnya kembali menggangu aktifitasnya.
20 menit lagi gue sampe.
Setelah membaca pesan terakhir dari Iqbal, Salsha beranjak cepat untuk membersihkan diri dan bersiap.
Salsha menyalakan air untuk membasahi sekujur tubuhnya, entah mendapat pemikiran darimana dia keramas dijam setengah tujuh malam dan Salsha memang membutuhkan itu.
Dia membasahi semua rambutnya untuk membuat beban dikepalanya jatuh, dan membuat Salsha merasa tenang.
"Lo keliatan cantik dari biasanya." Ucap Iqbal yang menatap Salsha penuh arti, Iqbal benar benar menjelma menjadi sosok Iqbal yang kemarin.
Iqbal yang manis, romantis, dan selalu ada disaat Salsha membutuhkan sandaran untum sekarang.
"Dan, lo keliatan lagi nyembunyiin sesuatu dari gue." Jawab Salsha yang mengamati wajah Iqbal yang terlihat tersenyum sangat cerah, sangat jarang Iqbal senyum lagaknya seperti ini.
"Gak sama sekali, gue cuma kangen saat saat kita bereng, gue sama lo, Aldi sama Tania, itu doang." Salsha menganggukan kepalanya, benar juga.
"Ayo." Ajak Iqbal yang menarik tangan Salsha sangat lembut, tanpa penolakan juga Salsha mengikuti langkah Iqbal dibelakangnya.
"Lo bawa montor?"
"Ya, gue cuma mau diantara kita gak ada batas dan pembatas buat malem ini." Merasa biasa saja, Salsha mengangguk.
Dia berjalan mendekati motor Iqbal dan akan mulai menaikinya saat Iqbal sudah siap di jok kemudinya.
"Kenapa?" Tanya Iqbal yang melihat Salsha hanya diam.
"Lo aneh." Komentar Salsha yang langsung menaiki motor di dok belakangnya, Iqbal mengendikan bahunya acuh.
"Sekarang malem minggu, gak papa kan kita pulang malem?" Salsha mengangguk, kemudian dia membenarkan rambutnya yang sedikit berantakan.
"Bukannya lo juga udah izin sama papa gue." Sambung Salsha dengan mengamati padatnya jalan ibu kota.
"Gue cuma memperjelas, biar lo gak minta pulang jam delapan."
"Gak akan." Keduanya sama sama diam saat Salsha seperti itu, diantara keduanya tidak ada sedikitpun yang berfikir untuk menghancurkan keheningan itu sampai ditempat makan Amuz makanan paling mahal.
KAMU SEDANG MEMBACA
PL
SonstigesPICK LOVE VERSI WATTPAD ON GOING "Kalo lo gak cinta sama Salsha, lo bisa lepasin dia. Biarin gue bahagiain dia." Ucap Iqbal berjalan mendekati Aldi yang sedang melamun. "Gue cinta sama dia." Jawab Aldi berusaha tersenyum dikursinya. Sudah kesekian k...
