Ada satu cinta yang abadi dalam satu kehidupan, jika kau menemukan cinta pertama, belum tentu cinta itu yang paling abadi. Tapi, jika seseorang yang datang dalam waktu yang bersamaan. Pilih dia, karena terlalu disakiti juga bodoh.
"Bas."
Aldi kembali mengganggu Bastian yang sedang fokus pada tugasnya.
"Apa si!" Kesal Aldi yang tidak mendapat respon paling baik.
"Ayo dong, bantu gue."
"Gue udah bela belain lo ketemu Kalista, tapi lo malah cuekin gue." Bastian menghela nafasnya lelah, memijit kepalanya untuk mendapat kerenggangan ototonya.
"Lo tahu sekarang gue lagi nyusun skripsi?" Tanya Bastian yang tidak ingin mendapat jawaban dari Aldi, dia menatap Aldi kesal.
"Gue sibuk, gak punya banyak waktu." Jawabnya cuek, sungguh Bastian menjadi yang paling egois jika hubungannya sudah membaik.
"Lo sepupu gue, gak punya balas bundi." Aldi berbicara dengan air wajah yang sangat datar.
"Dulu gue bantu lo buat ketemu sama Kalista, sekarang giliran gue. Pertemuin gue sama Kalista, dia sepupu Salsha. Gue mau tahu, sekarang Salsha dimana."
Bastian terdiam, bukan memaksa untuk berhenti. Akan tetapi, Kalista memang sudah mengeblok Aldi agar tidak bertemu dengannya.
Dan jika Bastian berusaha membantu, mungkin cicin yang baru saja kemarin lusa Bastian berikan akan tergeletak mengenaskan dan perjuangannya sia sia
Tidak apa apa.
Bastian hanya ingin egois untuk saat ini. Begitu sulit mendapatkan Kalista yang sangat bengal, bukan berarti Bastian tidak akan membantu.
Setidaknya akan, tapi entah kapan.
"Bisa kasih gue waktu, Al? Dulu gue sama sekali gak bisa perjuangin dia, dulu gue gak punya kesempatan sedeket ini sama dia."
"Kalista cewek yang paling gue mau, gue cinta sama satu cewek selamanya. Dulu gue gak terlalu suka sama Salsha, karena gue punya Kalista."
"Gue lagi fokus sekolah sekarang, gue gak punya banyak waktu. Gue cuma punya waktu setengah semester lagi buat nyusul wisuda."
Aldi terdiam, sekarang menatap sepupunya dengan tatapan benci.
"Lo egois!" Bastian memijat keningnya.
"Bukan, gue akan bantu. Tapi tolong ngertiin gue, waktu gue gak banyak." Aldi memutar bola matanya malas.
"Saat gue nunggu lo lulus wisuda, dan lo bakal daftar S2 lo diluar negeri, dan gue ditelantarin gitu aja maksud lo?"
"Picik banget lo ya." Hardik Aldi yang membuat Bastian terdiam.
Helaan nafas lelah kembali Bastian keluarkan untuk memberitahu jika dia benar benar lelah sekarang, tapi Aldi tidak ingin menerima satu celah untuk beristirahat.
"Kalista gak mau ketemu lo, gue harus apa kalo dia gak mau ketemu sama lo." Ucap Bastian meninggalkan tugasnya dan mulai berhadapan dengan sepupunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
PL
RandomPICK LOVE VERSI WATTPAD ON GOING "Kalo lo gak cinta sama Salsha, lo bisa lepasin dia. Biarin gue bahagiain dia." Ucap Iqbal berjalan mendekati Aldi yang sedang melamun. "Gue cinta sama dia." Jawab Aldi berusaha tersenyum dikursinya. Sudah kesekian k...
