Imelda terkejut saat mendengar bunyi pintu yang berderat, itu pertanda jika ada seseorang yang membuka pintu tersebut dengan perlahan.
KRIETT
Pintu terbuka, seorang laki-laki berdiri menjulang disana. Imelda melihatnya dari bawah ke atas, degupan jantungnya bergemuruh hebat.
Dilihatnya laki-laki itu dengan tatapan penuh ketakutan dan kebencian, tubuhnya bergetar saat melihat seringaian muncul di bibir sang laki-laki.
BARA ADIBA.
Laki-laki yang dulu membuatnya trauma. Kini, untuk yang kedua kalinya Imelda dibuat celaka. Entah apa yang ada dipikiran Bara, sampai nekat berbuat kriminal seperti ini.
Bara sudah berubah, tubuhnya sekarang lebih berotot dari sebelumnya. Tingginya pun hampir menyamai tinggi pintu di sampingnya, serta mata yang terlihat lebih tajam dari sebelumnya.
Imelda semakin tercengang saat melihat seseorang di belakang Bara.
"Fabian?" ucap Imelda lemah.
Raut wajah Imelda semakin murung, ia tak menyangka Fabian juga terlibat dalam penculikannya.
"Kenapa lo malah nyambut dia, bukan gue?!"
Tiba-tiba saja Bara sudah berada sangat dekat dengan Imelda.
Bara mencengkram tangan Imelda kasar, dan memojokkannya pada dinding putih di belakangnya.
Bara mengawasi Imelda dengan intens, ia sangat menantikan hari ini. Hari dimana ia bisa bertemu dengan gadis yang selama ini menjadi obsesinya untuk memiliki.
"Lo udah lupa sama gue?" tanya Bara dengan nada kecewa yang di buat-buat.
Imelda hanya diam tak berkutik, ia takut salah bicara.
PLAK!
Bara memukul tembok yang berada di sisi wajah Imelda, namun sukses membuat Imelda takut setengah mati.
"Kenapa? Takut? Kemana pemilik lo?" gertak Bara.
Imelda memalingkan wajah, ia melihat Fabian yang hanya diam membisu di depan pintu. Ia tak habis fikir, kenapa Fabian tak menolongnya saat ia sedang dianiaya seperti ini.
"Hahahha!"
Gelak tawa terdengar menggema di ruangan serba putih ini, siapa lagi kalau bukan Bara.
"Ck! Lo berharap, dia bakal nolongin lo hah?!" teriak Bara tepat di depan wajah Imelda.
BRAK!
Dengan entengnya Bara melempar tubuh Imelda, hingga membentur dinding dengan keras. Pria tidak punya hati!
Imelda mengerang kesakitan, tubuhnya terasa remuk tak bertulang. Ia mengelus ulu hatinya yang terasa lebih sakit.
Bara berjalan mendekatinya, kemudian berjongkok di samping Imelda dengan wajah penuh kemenangan. Namun dalam sekejap, raut wajahnya berubah serius.
Bara membuka satu persatu kancing kemejanya.
Imelda menutup matanya, ia ingin lari dari sini namun tubuhnya mati rasa.
"Lihat ini!" bentak Bara, namun Imelda tak kunjung membuka mata.
"Gue bilang lihat ya lihat!" seru Bara, lalu menjambak Imelda.
"Ah sakit!" teriak Imelda.
Dengan berat hati Imelda membuka matanya, ia bingung dengan maksud Bara.
"Lihat bekas luka ini? Lo perlu tahu, pelukis yang mengukir ini adalah David! Pemilik lo! Sial!"
Bara membenturkan kepala Imelda ke lantai dengan geram, ia terbayang-bayang saat dulu disiksa oleh David.
Imelda disuruh melihat bekas luka bertuliskan 'KILLJOY' di lengan Bara. Imelda tak tahu akan hal itu, bahkan ia baru tahu sekarang.
Tapi, kenapa Bara melampiaskannya padaku?
"Pusing...," ringkik Imelda
Darah segar keluar dari hidungnya, pandangannya mulai mengabur.
"Jangan pingsan dulu anjir! Gue belum puas!" seru Bara, lalu dengan sekonyong-konyong menarik tubuh Imelda agar berdiri.
"Dasar gadis bodoh! Kenapa lo nggak milih gue waktu itu hah! Kenapa lo milih si bangsat itu! Dan rasakan, sekarang lo udah dibuang!" caci Bara keji, ia mendorong kening Imelda dengan telunjuknya.
BRUK!
Dengan mudahnya Imelda ambruk ke belakang, kakinya sudah tak bisa lagi menopang berat tubuhnya sendiri.
"Fabian!" panggil Bara.
Fabian datang dengan membawa kursi dan segulung tali. Ia meletakkan kursi yang dibawanya di samping tubuh Imelda yang tergeletak lemah.
"Ikat dia!"
Dengan gemetar Fabian mengangkat tubuh Imelda, ia mendudukkannya di kursi dengan perlahan.
Fabian sengaja, tidak terlalu kencang saat mengikat tangan dan kaki Imelda.
Hatinya benar-benar tercabik-cabik, Fabian menyesal telah berbuat seperti ini pada Imelda.
Di tambah lagi, sebelum Imelda benar-benar pingsan Fabian melihat tatapan kecewa yang amat sangat di mata Imelda.
"Nggak usah berharap lebih! Pergi sana!" hardik Bara, yang selama ini memperhatikan Fabian.
Dengan berat hati Fabian berdiri dan meninggalkan mereka dengan perasaan kalut, serta hati yang terasa seperti sedang diparut ngilu.
Fabian lolos menjadi orang yang akan di benci Imelda, selamanya!
••••
[SKY HIGH APARTMENT]
Saat Shasya hendak membuang sampah, ia melihat punggung David. Ia langsung menghempaskan plastik sampah yang ada di genggamannya, lalu berlari menghentikan David.
"David!" teriak Shasya.
Benar saja, pria itu membalikkan badanya. Raut wajahnya terlihat sedang tidak bersahabat, namun Shasya kali ini tak memperdulikannya.
"Aku mau nanya bentar doang, Imelda kemana? Kenapa dia nggak pernah dateng ke sekolah?" tanya Shasya basa basi.
"Dia udah milih jalannya sendiri, gue udah nggak ada urusannya sama dia."
David menjawabnya tanpa ekspresi, seolah Imelda tidak penting lagi baginya.
Mimik wajah Shasya berubah serius sekaligus cemas.
"David, tolong selamatkan Imelda..., kemarin aku denger percakapan Veno saat telfonan sama seseorang, kalo dia mau—"
"Shasya!"
Ucapan Shasya terhentikan karena kedatangan Veno, pria itu berjalan cepat ke arahnya.
"Ngapain kalian di sini?" tanya Veno dengan alis menukik.
"Eh, itu tadi mau buang sampah," jawab Shasya gelagapan.
"Trus kalian lagi ngomongin apa?" cecar Veno.
"Ah enggak, cuma nanya gimana kabar Imelda doang," jawab Shasya setenang mungkin.
"Yaudah sana buang sampahnya, jangan lama-lama!" perintah Veno.
"I-iya," sahut Shasya.
Sebelum pergi, Shasya memberikan tatapan berharapnya pada David.
"Sial!" umpat David, lalu ia pergi tanpa menghiraukan Veno yang ada di depannya.
"SHASYA!" gerutu Veno seraya mengepalkan tangannya kuat.
••••
TO BE CONTINUED
RUN AWAY IMELDA
Jepara, 19 Februari 2021
Lagi musim pancaroba nih, jan lupa jaga kesehatan:*
KAMU SEDANG MEMBACA
Run Away Imelda [END]
Ficção AdolescenteCERITA LENGKAP FOLOW SEBELUM BACA YA TERIMA KASIH ____________________________ Kilas balik mengenai gadis berhijab yang terseret ke dalam jeratan takdir rumit, bersama dengan pria yang tengah berevolusi menjadi seorang mafia. Terombang-ambing di ten...
![Run Away Imelda [END]](https://img.wattpad.com/cover/207488742-64-k784218.jpg)