CERITA LENGKAP
FOLOW SEBELUM BACA YA
TERIMA KASIH
____________________________
Kilas balik mengenai gadis berhijab yang terseret ke dalam jeratan takdir rumit, bersama dengan pria yang tengah berevolusi menjadi seorang mafia.
Terombang-ambing di ten...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Saat sampai di kosan Bara, sudah ada ibu kos yang tengah duduk di depan kamar Bara. Sepertinya menunggu Bara pulang.
"Bara, kamu bawa dia kesini lagi?!" ucap ibu kos tanpa melihat ke arah Imelda, ia hanya menunjuk dengan dagu saja.
"Iya bu, mau ngambil motor. Sekalian saya suruh mampir dulu bu."
"Kamu ini, jangan kemaleman mampirnya, nanti kosan saya jadi kena grebeg warga." beo Ibu kos dengan nada sengaja dibuat-buat. Imelda yang paham akan maksud ibu kos tadi, hanya bisa menampilkan senyum terpaksa nya saja.
"Iya bu nggak akan," jawab Bara
"Ya udah ibu pergi dulu, pintunya jangan ditutup!"
"Iya bu," jawab mereka kompak. Keduanya saling tatap sebelum akhirnya gelak tawa pun pecah.
"Ibu kos kamu galak banget ya ternyata," bisik Imelda, sesaat setelah ibu kos pergi.
"Yee... Kamunya aja yang baru tau," tukas Bara, Imelda terkekeh mendengarnya.
Kemudian keduanya beranjak ke kamar kos Bara, terlihat sepi. Nampaknya Veno tidak ada di kamar.
>>>FYI<<<
VENO adalah teman sekamarnya Bara, dia telah berjasa besar terhadap Bara. Veno lah yang memberitahu dimana David tinggal, hingga Bara kemudian mengintai mansionnya pasca David menculik Imelda kemarin.
Bara tak sia-sia menunggu sampai esok harinya walaupun kedinginan. Sewaktu Bara hendak menyusul Imelda yang tengah bersembunyi di tong sampah, Bara dikagetkan dengan kemunculan David. Beruntung David tidak menjumpai Imelda. Setelah situasi aman barulah Bara menemui Imelda.
Veno bahkan bercerita tentang seluk beluk David kepada Bara. Dan satu fakta mengejutkan yang baru Bara ketahui adalah bahwa Veno merupakan bawahan David. Veno juga meminta maaf kepada Bara karena tidak menolongnya kemarin.
•••
Ketika keduanya tengah duduk di sofa, tiba-tiba saja Imelda mendapati sosok kemarin yang sudah sukses membuatnya ketakutan berada di ambang pintu.
Imelda seketika berdiri, Bara yang posisinya membelakangi arah pintu ikut menoleh ke arah pandang Imelda. Benar saja Imelda ketakutan, siapa lagi kalau bukan David pelakunya.
Rahang pria itu mengeras mana kala mendapati Imelda berada di kosan ini lagi. Yang ada dipikirannya saat ini, gadis di depannya adalah gadis murahan seperti gadis lainnya yang ia temui selama ini.