RUN AWAY IMELDA
David mengusap kepala Imelda yang terlapisi hijab kesayangannya dengan lembut, ia bangga dengan keputusan Imelda untuk tidak membunuh Bara dengan tangannya.
"Aku nggak mau kamu jadi monster sepertiku," ujar David lalu kembali fokus menyetir mobilnya.
Imelda menatap David dengan sendu, sampai pada titik ini hikayat tentang hidupnya akan berubah total.
"Apa yang akan teman-temanku katakan padaku jika mereka tau aku telah membunuh seseorang?" tutur Imelda, sementara David tak bergeming.
"Meski orang itu telah menyakitiku, seharusnya aku dengan lapang dada memaafkannya. Di atas sana pasti ayah dan ibu sangat kecewa...," sambungnya.
Tak tahan dengan ceracauan Imelda, David menepikan mobilnya.
Pandangannya kini tertuju pada Imelda, gadis yang sekarang menjadi obsesinya. Tubuh pria itu ia posisikan menghadap Imelda sepenuhnya, tangannya meraih jemari lentik Imelda kemudian tersenyum simpul.
Imelda hanya diam, memandangnya dengan sayu.
"Di dunia ini, banyak sisi kehidupan yang berbeda Imelda. Mungkin selama ini sisi kehidupanmu hanya sebatas berbuat baik kepada semua orang, dengan harapan mereka juga akan berbuat baik kepadamu."
"Tapi tidak dengan duniaku, kehidupanku berbeda. Membunuh seseorang tak selamanya berarti kejahatan, ada kalanya bagi kami membunuh adalah sebuah kebajikan."
"Kamu berbicara seperti itu karena penyesalan semata. Bayangkan, jika saja tadi aku tak membunuhnya, mungkin dia akan terus tersiksa. Atau mungkin yang paling parah, Bara bisa lolos dan suatu hari Bara bakal dateng ke kehidupan kita. Bisa aja kan dia neror kamu, bahkan menculikmu lagi sampai dia benar-benar puas."
Imelda masih terus mendengarkan wejangan David, ia sedang butuh sokongan mental.
"Satu hal yang harus kamu ingat," David mengambil nafas sebentar lalu melanjutkan dialognya.
"Aku ada disini, disampingmu, dan akan selalu menjagamu. Mereka yang akan berbuat jahat kepadamu akan berhadapan dulu denganku, sebab tak ada yang boleh mengusik apa yang sudah menjadi milikku."
David memberikan senyum hangat untuk Imelda, gadis yang mulai saat ini akan banyak mengambil peran penting dalam hidupnya.
••••
[MANSION DAVID]
Rencana David setelah semua masalah teratasi adalah mengembalikan kondisi perusahaan seperti sedia kala. Kepercayaan yang sudah dinodai dengan pengkhianatan harus segera diurus, supaya tak ada lagi benalu dalam bisnisnya.
Selain itu, ada satu hal yang sudah ia agendakan sejak lama. Apalagi kalau bukan... Menyenangkan gadisnya?
Lima bulan berlalu dengan David yang selalu ada di samping Imelda, memberinya perhatian khusus agar Imelda tak terlarut dalam jurang penyesalan.
Pagi ini sebelum berpamitan, David sudah berjanji mengajak Imelda makan malam di luar.
"Nina, apakah gaun ini terlihat pas ditubuhku?" tanya Imelda pada Nina, yang merupakan orang yang ditunjuk oleh David untuk mendampinginya ketika David pergi.
"Anda terlihat cantik sekali Nona, pasti Tuan David merasa sangat beruntung memiliki Nona," puji Nina dengan senyum yang tulus.
"Jangan berlebihan Nina, akulah yang beruntung bisa dipertemukan dengan David," jawab Imelda sembari memutarkan tubuhnya di depan cermin.
"Kalian adalah pasangan serasi Nona," lanjut Nina yang masih memujinya.
"Sudahlah Nina, jangan terus-terusan memujiku," ucap Imelda malu.
TOK... TOK...
Pintu kamar diketuk dari luar, nampaknya seseorang datang untuk menjemput Imelda. Gadis itu menarik nafasnya dalam, rasa gugup masih hinggap mana kala dirinya akan berjumpa dengan David.
"Silahkan Nona, saya antar sampai pintu," ucap Nina ramah.
"Iya..." jawab Imelda mengikuti Nina.
Benar saja, David sudah ada di depan pintu dengan setelan jas formal. Nampaknya David menyembunyikan sesuatu di punggungnya.
"Untukmu," ucap David seraya memberikan buket bunga berukuran sedang. Imelda menerimanya dengan senyum merekah di bibirnya, rasa senang setelah menerima bunga ini seperti tak ada habisnya.
Padahal David sering memberinya bunga.
David terpaku akan kecantikan yang terpancar dari senyum gadisnya, senyum manis yang terlihat menggoda dimatanya.
"Umm David? Kenapa menatapku seperti itu?" celetuk Imelda, sementara David hanya bisa gelagapan setelah di tegur.
"Ah engga kok, kamu cantik eh," ceplos David yang membuat para maid yang ada di belakang David saling pandang lalu tersenyum.
"Ayo pergi sekarang," ajak David salah tingkah, mungkin baru kali ini ia semalu dan segugup ini.
Imelda meraih tangan David yang terulur, kemudian berjalan beriringan menuju mobil yang sudah tersedia di depan mansion.
••••
[FLASHLIGHT CAFE]
Lampu taman yang temaram serta cahaya dari lilin-lilin di sepanjang tepian jalan menuju tempat makan malam, terlihat sangat menawan.
Kain-kain yang berkibar, seirama dengan hembusan lembut angin yang menerpanya.
Alunan musik jaz menambah syahdu malam yang terasa hangat ini, David dan Imelda masih bergandengan tangan memasuki area cafe.
Di bawah kilau rembulan dan gemerlapnya bintang, mereka terlihat paling bersinar.
"Silahkan duduk," ucap David seraya menarik kursi untuk Imelda.
Sebelum duduk David melepas jasnya, menyisakan kemeja yang dua kancing teratasnya dibiarkan terbuka.
"Apa aku terlihat tampan malam ini?" tanya David dengan tingkat kepercayaan diri tinggi.
"Kamu selalu tampan dimataku," jawab Imelda yang membuat David malah salah tingkah.
"Wah sudah pandai mengambil hati ya sekarang," goda David dengan menyisir rambutnya menggunakan jari.
"Aku berkata jujur kok, kamu memang tampan," ujar Imelda dengan senyum seperti mengejek, David terkekeh melihatnya.
"Ya ya, aku tau aku tampan. Hmm apa kamu senang?" tanya David kali ini tak mau lagi termakan oleh pujian yang diutarakan oleh gadisnya.
"Rasanya sangat bahagia bisa ada disini, bersamamu," jawab imelda dengan senyum yang membuat hati berdesir.
"Kalau begitu aku akan sering mengajakmu kesini, tapi maukah besok kau ikut denganku?"
"Kemana?"
"Seperti janjiku dulu, aku akan mengajakmu ke...," ucap David menggantung kalimatnya, 'uh hampir aja keceplosan.'
"Kemana? Apa aku belum pernah kesana?" tanya Imelda.
"Kalau soal itu, kita liat aja besok," jawab David yang tentu saja membuat Imelda kesal.
"Ih kamu mah, bikin penasaran tau nggak." gerutu Imelda.
"Hehe biar jadi kejutan, kalo aku kasih tau sekarang nanti kamu nggak penasaran lagi dong." David tersenyum penuh kemenangan, kali ini ia berhasil membuat Imelda tak bisa berkata-kata.
Dalam hati, Imelda tak henti-hentinya merapalkan rasa syukur. Beruntung ia masih memiliki orang yang tulus menyayanginya, hingga rela melakukan apapun demi orang yang dicintai selalu diliputi kebahagiaan.
'Terimakasih, David.'
••••
RUN AWAY IMELDA
Jepara, 24 Mei 2021
Sampai jumpa di part terakhir, author update pas jam 00.00
KAMU SEDANG MEMBACA
Run Away Imelda [END]
Teen FictionCERITA LENGKAP FOLOW SEBELUM BACA YA TERIMA KASIH ____________________________ Kilas balik mengenai gadis berhijab yang terseret ke dalam jeratan takdir rumit, bersama dengan pria yang tengah berevolusi menjadi seorang mafia. Terombang-ambing di ten...
![Run Away Imelda [END]](https://img.wattpad.com/cover/207488742-64-k784218.jpg)