CERITA LENGKAP
FOLOW SEBELUM BACA YA
TERIMA KASIH
____________________________
Kilas balik mengenai gadis berhijab yang terseret ke dalam jeratan takdir rumit, bersama dengan pria yang tengah berevolusi menjadi seorang mafia.
Terombang-ambing di ten...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Imelda tergolong siswa yang pintar dan rajin, saking rajinnya Imelda kadang memaksakan tetap berangkat sekolah meski terserang sakit.
Seperti hari ini, walaupun tak mengikuti pelajaran dengan baik dan hanya menelungkupkan kepalanya di atas meja, ia masih tetap ingin mengikuti pelajaran.
Guru pun memakluminya dan malah menyuruhnya pulang. Walaupun begitu Imelda tetap bersikukuh akan pendiriannya, ia tidak akan pulang sebelum waktunya.
"Imelda kamu beneran nggak pulang aja?" tanya Shasya khawatir.
"Nggak sya, aku baik-baik aja kok". Eyel Imelda, padahal terlihat jelas dari wajahnya yang pucat dan matanya yang sayu.
Bukannya Shasya menyerah tetapi Imelda yang terlalu keras kepala. Terbukti saat istirahat, Shasya meninggalkan Imelda yang tengah tertidur di kelas. Melihat temannya sakit membuat Shasya khawatir, tetapi dengan sifat Imelda yang tetap keras kepala membuat Shasya jengah dan memilih meninggalkan Imelda sendirian.
•••
Disisi lain, pemilik mata tajam dengan rahang yang tegas, tengah meneliti setiap murid yang berada di kantin. Dari ujung ke ujung, ia tidak menemukan sosok yang dimaksud. Cowok itu hanya menemukan teman yang selalu bersama gadis incarannya.
'Dimana gadis itu! Ck!' bentaknya dalam hati.
Dahinya sampai berkerut, menandakan ia sedang berpikir keras dan secara tidak langsung sedang mengkhawatirkan gadis itu, Imelda.
••• Pukul 16.00 WIB [CAKRA VOCATIONAL HIGH SCHOOL]
Gerbang sekolah dibuka oleh satpam dengan lebarnya. Para anak manusia kelelahan saling dorong demi keluar dari sekolah yang sudah seperti neraka ini, menuju kebebasan.
Imelda yang dipapah Shasya menuju parkiran terlihat sangat pucat. Tatapan Imelda yang biasanya ceria sekarang sayu, dan selalu tertunduk.
Bahkan Imelda tak mengatakan sepatah kata pun kepada Shasya. Hal ini membuat keduanya canggung. Shasya yang sudah tidak tahan lagi, membuka percakapan.
"Mel, kamu beneran mau ngendarai motor dengan kondisi seperti ini?" Shasya masih menunggu jawaban Imelda yang berdiri di sampingnya, dan hanya dijawab dengan anggukan saja.
Setelah sampai di parkiran, Shasya membantu memarkirkan motor Imelda. Didepan kelas X TKR, Imelda memarkirkan motor maticnya.
Mereka berdua menjadi pusat perhatian di antara gerombolan adik kelas yang terhimpun laki-laki semua. Bahkan adik kelas yang kemarin membantu Imelda, kini ikut memperhatikan mereka berdua.
Wajah khawatir terlihat begitu jelas tatkala adik kelas itu memperhatikan Imelda, wajahnya pucat dan tidak tersenyum seperti kemarin.
Beruntung motor Imelda mudah dikeluarkan, jadi Imelda tidak perlu berdiri terlalu lama, mengingat kakinya lemas.