Berlarilah, silahkan. Yang jauh sekalian!
Tapi, jangan harap kamu boleh berbalik.
Sebab aku berada tepat di belakangmu.
—DAVID EL WIJAYA—
Sambil memegangi perutnya, Veno berjalan dengan kaki sedikit diseret. Sakit yang diterimanya ini bukan yang pertama baginya. Veno sudah kebal jika dipukuli hingga babakbelur seperti ini. Namun, ia selalu mengusahakan untuk tidak memperlihatkan rasa sakitnya.
Menahan perih dan nyeri untuk dirinya sendiri, Veno tidak mau terlihat lemah. Veno hanya berdecih saat anak-anak kos menatapnya dengan pandangan kasihan. ia tidak ingin dikasihani.
Saat hampir sampai, Veno berpapasan dengan Imelda yang hendak keluar dari kamar kos-nya. Fokus Veno tertuju pada darah yang sudah mengering di sudut bibir Imelda. Veno sudah tau pelakunya, siapa lagi kalau bukan David!
Veno risih, saat Imelda menatapnya intens. Jadilah dia membentak Imelda.
"Apa lo liat-liat!"
"Kamu kenapa?"
"Nggak usah sok khawatir deh lo!"
Sebenarnya malah Veno yang khawatir melihat Imelda, dia takut David akan berbuat lebih dari ini. Veno sadar, sangat sadar saat membentak Imelda supaya tidak mengusik kehidupan Bara.
Tak tahan melihat gadis di depannya yang hanya diam, menunduk dan sudah dipastikan sebentar lagi dia akan menangis. Veno buru-buru masuk ke kamar kos-nya lalu menutup pintu.
Veno tak berniat untuk menutup pintu dengan keras, tapi tenaga Veno terlalu besar untuk pintu yang notabenenya mudah untuk ditutup. Jadilah pintu itu saling terantuk dan menimbulkan bunyi berdebum.
Pasti Imelda berpikir, Veno benar-benar membencinya.
Kebalikannya.
Veno justru menyesal telah membentak Imelda. Veno sendiri sebenarnya suka dengan Imelda, hanya saja ia sadar diri. Imelda tak mungkin menjadi miliknya.
>>>FLASHBACK ON<<<
Veno dan David sudah berteman sejak kecil, saat kelas 1 SD tepatnya. Mereka berteman sejak David menolong Veno dari kakak kelas yang membully nya.
David memukuli anak-anak itu dengan kalap, hingga mereka memohon ampun pada David.
Mustahil, bahkan bisa dibilang tidak wajar untuk seorang anak kecil seperti David bisa mengalahkan mereka. Dari sini sudah nampak sifat David yang temperamental.
Bukannya menerima tas yang tadi dirampas oleh anak yang membuly Veno. Veno justru menangis, takut David akan memukulinya seperti mereka. Akhirnya David hanya meletakkan tas Veno di sebelahnya, lalu pergi meninggalkan Veno.
Keesokan harinya, David mendapati Veno yang tengah dibully lagi oleh anak yang sama. Belum juga David memukul, baru berjalan ke arah dimana anak-anak itu melakukan pembulian, mereka langsung berlari ketakutan.
David menghampiri Veno yang tengah duduk sambil memegangi kedua kakinya.
"Hey, kalo ada anak yang berani ngebully kamu, kamu harus lawan balik! Jangan diem aja. Yang ada nanti kamu terus dibully!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Run Away Imelda [END]
JugendliteraturCERITA LENGKAP FOLOW SEBELUM BACA YA TERIMA KASIH ____________________________ Kilas balik mengenai gadis berhijab yang terseret ke dalam jeratan takdir rumit, bersama dengan pria yang tengah berevolusi menjadi seorang mafia. Terombang-ambing di ten...
![Run Away Imelda [END]](https://img.wattpad.com/cover/207488742-64-k784218.jpg)