Jangan menguji kesabaran orang lain! Sebab orang yang telah melewati batas kesabaran, akan berubah menjadi sangat mengerikan!
—IMELDA ALAYA
__________________________________
"Minggu depan kita tunangan! Puas!"
Imelda menatap David tak percaya, hatinya berkedut saat lontaran kata 'TUNANGAN' keluar dari mulut pria yang selama ini telah mengisi hatinya.
'Aku pikir, tadi David mau ngebela aku... Aku pikir, David mau ngejelasin apa yang sebenernya terjadi, kenapa David malah mau bertunangan sama Siska? Aku dianggap apa selama ini?'
Imelda berdiri gemetar, ia belum siap mendengar kabar ini sekarang. Ia berjalan mengendap untuk keluar dari kelas yang sudah sewajarnya menjadi neraka baginya.
Ucapan pelakor, dari setiap orang yang ia lewati membuat kepalanya pening. Imelda berjalan di tengah sorakan bahagia dari teman-temannya yang mendukung pertunangan David dan Siska.
Imelda benci melihat raut bahagia Siska, Imelda benci melihat raut mengejek Siska, Imelda benci melihat David yang hanya diam ketika Imelda melewatinya.
Bruk!
Baru saja Imelda keluar dari kelas, kakinya disandung oleh Ardi yang tengah berdiri menyandar di tembok.
"Gimana? Sakit?" ledek Ardi menjengkelkan.
Imelda berdiri dan mengusap roknya yang terkena debu lantai, ia nampak bingung dengan keadaan sekitar. Semua menertawakan Imelda yang tadi jatuh tersungkur.
"Makanya jangan main-main sama gue!" desis Ardi dengan senyum dan alis yang terangkat. Sepertinya ia sangat tak terima dengan tamparan yang Imelda berikan tadi pagi.
"Udah? Udah puas lo? Mau ngehina gue, silahkan! Gue udah kebal sama omongan orang lain ke gue! Gue tau, kalo lo baik sama gue itu cuma buat mempermudah jalan lo untuk ngedapetin Siska kan?! Dan satu hal lagi, berhenti ikut campur urusan orang!"
Demi apapun, Imelda yang semula nampak kalem dan tahan banting pun akan menjadi monster ketika kesabarannya telah mencapai batas maksimal.
Semua orang terperangah melihat Imelda yang sedang mengamuk kalang kabut, apalagi Ardi yang menjadi sasaran Imelda.
"Udah berani ya lo sekarang!" bentak Ardi dengan intonasi tinggi.
"Emang lo tuhan yang harus gue takutin hah? Asal lo tau, gue udah punya niatan buat laporin lo ke BK! Lo udah berusaha ngebunuh gue waktu di kolam renang! Biar bu Yeri tau, kalo ketua osis yang selama ini dibangga-banggakan itu sebenernya punya penyakit mental!"
"DIAM!" bentak Ardi memperingati.
"Oh iya gue lupa! Gue kan cuma anak yatim piatu yang nggak punya apa-apa. Sedangkan lo? Lo punya segalanya! Sampai-sampai semua orang bungkam setiap lo bikin masalah di sekolah ini. Haha miris banget ya, berlindung dibalik wajah dan jabatan lo sebagai ketua osis!" seru Imelda meledak-ledak.
Semua orang takjub dengan tingkah Imelda, mereka tak mengira jika gadis berhijab seperti Imelda bisa menjadi ganas sedemikian rupa.
Imelda melenggang pergi, setelah hatinya puas membalas penghinaan Ardi selama ini.
Gavin tersenyum simpul. Sejak awal Imelda terjatuh, ia berada di sana. Menyaksikan sisi lain dari Imelda, benar-benar membuatnya kagum.
'Benerkan! Lo beda Imelda,' ucap Gavin membatin.
•••
Imelda menghampiri kelas Shasya, ia melongok dari jendela. Ternyata Shasya dan Veno sedang bercengkrama di dalam kelas yang sepi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Run Away Imelda [END]
Novela JuvenilCERITA LENGKAP FOLOW SEBELUM BACA YA TERIMA KASIH ____________________________ Kilas balik mengenai gadis berhijab yang terseret ke dalam jeratan takdir rumit, bersama dengan pria yang tengah berevolusi menjadi seorang mafia. Terombang-ambing di ten...
![Run Away Imelda [END]](https://img.wattpad.com/cover/207488742-64-k784218.jpg)