Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

PART 63. KEPINDAHAN VENO & SHASYA

256 21 11
                                        

RAI.63 - KEPINDAHAN VENO DAN SHASYA

Setelah selesai membayar administrasi rumah sakit dan menebus biaya obat, David segera ke ruangan VVIP dimana Imelda dirawat.

Semenjak dua hari lalu, Shasya selalu saja menempel pada Imelda. Hal ini tentu membuat David tak bisa bergerak dengan leluasa.

David memakluminya, karena Imelda sedang membutuhkan sosok sahabat. Ia berpikir hanya Shasya lah orang yang bisa diandalkan, setelah Sandra gagal menjaga gadisnya.

Bukan hanya bualan saja, David benar-benar mendatangi Sandra dan memarahinya habis-habisan. Sandra mengakui bahwa ia lalai dalam menjaga gadisnya.

Walaupun David harus membujuk Veno mati-matian, untuk memboyong Shasya pindah sekolah. Akhirnya ia berhasil.

Awalnya Veno menolak, namun setelah dipikir-pikir cukup matang ia menyetujuinya. Meskipun butuh proses panjang dan Veno harus menekan rasa malunya pada keluarga Shasya.

Veno meyakinkan keluarga Shasya agar anaknya itu bisa ikut dengannya. Bisa dibilang keluarga Shasya sangat kolot, dan menolak permintaanya.

Namun, setelah mereka di sodorkan satu buah koper yang isinya uang semua, pertahanan mereka jebol dan membiarkan anak gadisnya untuk pergi bersamanya.

Saat itu Shasya pun merasa kecewa dengan keluarganya, ia sedih saat orang tuanya lebih memilih uang daripada anaknya sendiri.

Veno merasa bersalah akan hal itu, tapi menurutnya tidak ada cara lain.

Segera setelah Shasya di ijinkan oleh keluarganya, Veno mengurus kepindahannya di sekolah lama. Tak menutup kemungkinan, mengingat kepindahan mereka sangatlah diwaktu yang tidak tepat.

Mereka pindah di pertengahan semester dua, kelas dua belas. Dimana seharusnya, waktu-waktu ini mereka gunakan untuk persiapan UN nanti.

Lagi-lagi dengan uang semuanya selesai dengan mulus, pihak sekolah tak mau ambil pusing akan hal itu. Namun Veno diminta tutup mulut tentang kepindahan mereka.

Geng The Four Kill, tak luput dari perhatian Veno. Bagaimanapun juga, mereka adalah teman yang sangat berarti baginya.

Bani, Iyan, Aldi, mereka sebenarnya tak terima akan keputusan Veno untuk pindah sekolah.

Mereka berpikir bagaimana nasib The Four Kill kedepannya? Sudah cukup The Five Kill menjadi The Four Kill!

Veno mematahkan anggapan itu, ia dengan tegas mengatakan bahwa The Four Kill akan tetap hidup meski tanpa dirinya dan David.

Veno menyarankan agar mereka mencari penerus The Four Kill, entah itu dari anak terpandang atau biasa saja. Yang jelas wejangan Veno harus dijalankan.

Bani, Iyan, dan Aldi, dengan sedikit menekuk wajah akhirnya mengiyakan wejangan Veno.

Setelah urusan dengan The Four Kill selesai, ia dan Shasya bergegas untuk pergi ke tempat David dan Imelda.

Saat pertama kali masuk ke dalam mobil, Veno melihat ekspresi Shasya yang murung. Ia tak ingin melihat hal itu.

"Lo nggak tau kalo Imelda lagi dirawat di rumah sakit?"

Ucapan Veno saat itu tentu membuat Shasya kaget, otomatis air mukanya berubah khawatir.

"Nggak usah khawatir, dia udah baikan kok, cuma sekarang dia lagi butuh lo, sahabatnya? Benerkan?"

Veno yang notabenenya adalah orang dingin, bisa berbicara selembut ini pada Shasya adalah sebuah keajaiban.

Run Away Imelda [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang