PART 12. REVOLUSI BESAR

868 67 3
                                        

-Selamat Datang Dunia Baru-

Menghilangnya Imelda, membuat David murka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Menghilangnya Imelda, membuat David murka. Baru kali ini Veno tidak becus dalam mencari informasi, sebelumnya selalu berhasil bahkan sampai informasi sekecil apapun itu.

David tau, ini pasti ulah ayahnya.

David curiga saat ada orang yang menyerahkan dirinya secara sukarela ke polisi, padahal sebelum kejadian itu dia berlari kabur dari tangan David.

'Sungguh picik! Apa maksud ayah melakukan ini!'

David mulai menyimpulkan segala sesuatunya sendiri, lalu ia bergegas menuju ke kediaman Wijaya.

Setelah sampai, David langsung menghampiri ayahnya di ruang kerja.

David membuka pintu dengan sekali dorong, Wijaya sedikit terkaget di sela aktivitasnya membaca dokumen-dokumen penting.

Wijaya sudah memperkirakan hal ini.

"David, kalau kedatanganmu hanya ingin memprotes apa yang saya lakukan, lebih baik kau pergi saja." ucap Wijaya datar dan masih tetap fokus ke dokumen-dokumen di tangannya tanpa menoleh sedikitpun.

"Baik! Saya akan pergi dari sini sekarang!" jawab David mantap lalu berbalik dan keluar dari ruangan itu.

Wijaya tak menyesal telah mengatakan hal itu, ia berpikiran 'David memang selalu seperti itu pergi dari rumah lalu kembali lagi dengan sesukanya, sungguh anak tidak tau malu!'

•••

David keluar dengan raut muka bersungut-sungut. "Cih dasar orang tua kejam! Lihat saja nanti gue nggak akan sudi kembali ke rumah ini!"

Setelah itu David menuju ke apartemennya. Sebelum berangkat, David meminta Veno untuk datang.

•••

Ketika David sampai, Veno tengah berdiri di depan pintu apartemen David dengan kedua tangan ia lipat di depan dada.

"Kenapa nggak masuk aja sekalian, pake nunggu gue segala!"

"Ck! Lo lupa! Kata sandinya udah lo ganti!"

Mood David seketika hancur, nada suara seperti itu mengingatkannya pada Wijaya.

"Udah deh nggak usah bacot lo! Buruan masuk!"

Veno mengekor di belakang David, kemudian mereka duduk di sofa, David menaikkan kakinya ke atas meja.

"Gue mau ngomong penting!" ucap David serius.

"Mulai sekarang, aliran dana dari ayah gue nggak bakalan gue terima! Gue mau kita usaha dari nol! Tanpa bantuan siapapun!"

Saat David berkata seperti itu, otot-otot di lehernya mulai terlihat. Menandakan bahwa ia benar-benar serius mengatakannya.

"Kalo lo penginnya kaya gitu, gue ikut!" balas Veno mantap.

"Bagus!"

David dan Veno mengeluarkan Smirk andalannya.

•••

Dari sinilah, kiprah keduanya dalam dunia mafia dimulai. Mereka memulai dengan melatih kekuatan fisik. Mereka berlatih dengan gila-gilaan, tak tanggung-tanggung.

Saat pagi, mereka akan berlari 5 km.

Saat siang, mereka berlatih ilmu bela diri di salah satu cabang bela diri ternama.

Saat sore, mereka melakukan fitnes di apartemen David.

Barulah saat malam mereka beristirahat.

Rutinitas ini mereka lakukan setiap hari, tanpa henti! Benar-benar extreme. Mereka melakukannya saat liburan sekolah hampir 2 minggu lebih.

Bayangkan! Betapa lelahnya mereka berjuang, betapa kerasnya mereka berjuang.

Mereka beranggapan;

"Hal pertama kali yang dilihat saat bertemu dengan seorang mafia, pasti fisik! Lihat aja! Jika mafia itu kurus, kerempeng, pasti musuh akan meremehkan kita!"

Usaha mereka tak sia-sia.

Otot bisep dan trisep mereka terbentuk sempurna. Tubuh tinggi tegap atletis sekarang ada digenggaman mereka.

Namun.
Tidak dengan sikap mereka,mereka tumbuh tanpa belas kasih.

Disaat anak seumuran mereka seharusnya duduk manis belajar di rumah ataupun main-main dengan teman sebayanya.

Mereka malah berjuang mati-matian. Bahkan sorot mata tajam mengintimidasi, sikap dingin dan kasar juga melekat pada diri mereka.

Hal yang paling dominan adalah David yang temperamen, tak pandang bulu! Baik itu cewek ataupun cowok David akan segan untuk menghajarnya jika mereka berani mengusik hidupnya.

Hingga saat kelas 11 di sekolahan swasta ternama, mereka dikeluarkan dari sekolah. Hal ini bukan tanpa alasan, mereka telah membuat banyak masalah. Bahkan nama baik sekolah pun ikut tercemar akibat ulah mereka.

Berita kepindahan David dan Veno pun cukup menggemparkan!

Seantero sekolah CAKRA VOCATIONAL HIGH SCHOOL bahkan sudah menunggu-nunggu kedatangan mereka.

Benar saja!

Baru satu hari masuk, mereka sudah menjadi most wanted nya CAKRA VHS. Lalu terciptalah THE FIVE KILL.

Satu hal lagi yang membuat David merasa diuntungkan adalah...

•••

Ternyata David bertemu lagi dengan Imelda!

Namun David tetap memasang tampang cool-nya, David gengsi untuk terang-terangan mendekatinya. David hanya memantau Imelda dari jauh dan Veno tahu itu semua.

Karena memang Veno yang memberitahu David.


Tbc
Run away imelda
29 Januari 2020

Run Away Imelda [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang