PART 65. KOLAM RENANG

286 15 1
                                        

Sudah seminggu lamanya berita hoax itu menjadi perbincangan panas, namun belum ada tanda-tanda pihak yang mau menyelesaikan masalah.

Seolah tidak ada titik terang, bahkan David hilang kabar sampai sekarang. Padahal Imelda sangat membutuhkan kebenaran dari David.

Siska semakin menjadi-jadi, ia terus saja mengusik Imelda. Memojokkannya supaya mengakui bahwa Imelda adalah pelakor. Imelda harus tegar melewati fase penghinaan ini.

Sekarang jam pelajaran olahraga. Imelda berdiri mematung sambil memandang baju renang yang masih terlipat rapi di lokernya. Ia menelan ludah.

"Imelda cepet ganti baju! Kalo nggak gue bakal laporin lo buat dihukum bu Yeri lagi," teriak sang wakil ketua kelas dari ambang pintu.

"Iya," Imelda menghela nafas.

Dengan berat hati ia mengambil pakaian renang berwarna hitam itu, lalu berjalan ke toilet.

Ingin sekali rasanya Imelda pulang ke apartemen, namun kali ini ia harus menelan pahit karena ia dalam masa pengawasan oleh pihak sekolah.

Cukup dihukum dua kali gara-gara membolos, Imelda harus mengepel lapangan indoor seorang diri.

•••

"Hey lihat! Itu Imelda 'kan!"
Bisik murid laki-laki yang tengah bergerombol di tepi kolam renang.

"Eh buset, galfok gue," jawab teman yang duduk di sampingnya.

Tak nyaman, itu yang dirasakan oleh Imelda. Baju renang sangat menyiksanya, ia harus menahan malu dan marah saat murid laki-laki sekelasnya memelototkan mata.

Meskipun pakaian renang yang ia pakai adalah muslim swimming suit, tak menutup kemungkinan ia menjadi pusat perhatian, karena hanya Imelda yang mengenakan pakaian renang panjang.

Imelda mencoba menghindar dari tatapan-tapan hina itu dengan berada di belakang kerumunan para gadis.

Sialnya, para gadis sekelasnya itu malah membuka jalan. Bahkan mendorong-dorong Imelda agar lebih dekat ke gerombolan laki-laki.

Siska datang dengan dua anteknya, dan Sandra berada di sana. Pakaian renang yang benar-benar mengundang tatapan lapar.

Mereka berempat memakai pakaian renang tanpa lengan dengan potongan dada rendah, serta celana ketat di atas paha.

"Wuahhhh"

"Ini baru princes JAYATAMA!"

Kehebohan seketika menggema, semua murid menatap penuh puja.

"Siska cocokan sama David ya nggak!" teriak Sandra, sengaja melirik Imelda sinis.

"Iya!"

"Bener!"

"Be like!"

"Diam semuanya!" Siska mengibaskan tangan, semua terdiam.

Gadis itu terus tersenyum, senyum penuh kelicikan. Ia melangkah mendekati Imelda.

"Ck! Dasar pelakor!" desis Siska.

Imelda terbelalak, meski sudah banyak yang mengatakannya. Namun kali ini berbeda, Siska menghinanya di depan semua anak-anak.

Wajah Imelda merah padam, sekuat tenaga ia menahan tangis dengan menggigit bibir bawahnya.

Imelda memejamkan mata, saat Siska mengangkat tangan seraya berjalan lebih dekat ke arahnya.

"Hahaha dasar penakut!" teriak Siska.

Siska mendekatkan wajahnya ke telinga Imelda.

"Turutin mau gue, atau gue kasih tau ke semua orang kalo lo sebenernya cuma BITCH yang David pelihara di apartemennya!" bisik Siska tajam.

Run Away Imelda [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang