PART 16. SEBUAH ANCAMAN

976 73 13
                                        

Sesuatu yang membuatmu ragu?
—Ig.MELIANAWLDR—

MELIANAWLDR—

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hening .

Sudah lama Imelda dan David hanya saling diam. Imelda yang setia dengan menunduk kini mendongak, menatap manik mata David meski takut. Dengan hati-hati, Imelda mengucapkan satu kalimat yang sudah dirangkai dalam hatinya sedari tadi.

"Permisi, apa aku boleh keluar sekarang?"

"Nggak! Lo harus disini!"

Mendengar nada bicara David yang ketus, Imelda menghela nafas dan kembali menunduk.

"Lo udah bikin gue marah," ucap David datar, tatapan tajam yang dihunuskan ke Imelda membuat Imelda takut. Belum lagi rasa syok terhadap manusia di depannya ini masih sempurna melekat di relung jiwa Imelda.

"Aku minta maaf."

Ucapan itu keluar dari mulut Imelda. David berdiri dari duduknya, lalu berjalan ke arah balkon bangunan ini. Imelda berinisiatif untuk menyusulnya.

Gadis itu sangat takut sebenarnya, lihat saja! Tubuh David yang sudah seperti atlet tinju, dengan tangan kekar dan tinggi badan yang bisa dikatakan tak lazim untuk ukuran anak Smk.

Imelda lebih memilih menatap ke arah lain, ke tempat dimana seharusnya dia berada, di kelasnya, sekarang!

"Bukan itu yang gue inginkan!" ucap David tanpa menoleh ke belakang.


"..."

Mendengar tidak ada jawaban, David membalikkan badannya.

"Lo budek ya—"

Umpatan David terhenti saat menatap iris mata coklat Imelda, siluet mata yang indah saat terkena pantulan cahaya matahari. Melihatnya membuat jantung David sedikit berdegup lebih cepat dari biasanya.

Berbeda dengan David, Imelda malah merasa sangat silau, karena posisi David yang membelakangi cahaya dan Imelda sedikit menyipitkan matanya agar melihat David dengan benar, tetapi tetap saja Imelda tak melihat dengan jelas raut wajah David.

Jarak keduanya hanya sebatas 1 meter saja, gadis itu sedikit was-was sekarang. Benar saja, David memegang bahu Imelda dan mendorongnya ke tembok. Imelda panik, dia tidak ingin hal itu terjadi lagi.

"Kenapa si lo harus hidup!" Kalimat itu membuat Imelda bertanya-tanya. David menyentuh bekas luka yang ada di dahi Imelda, lalu beralih ke pipi yang masih memerah akibat tamparannya.

Run Away Imelda [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang