PART 77. RONDE 1

312 13 0
                                        

Gavin sedang ketar-ketir seorang diri, antara maju atau memilih mundur dan meminta bala bantuan.

Semakin lama ia berpikir, maka semakin banyak waktu yang terbuang sia-sia.

Sudah 3 jam yang lalu ia bersembunyi di sebuah pohon tua berbatang sangat besar. Sesekali ia menyembul di antara celah batang dan semak-semak liar.

Dari kejauhan tampak lima orang berpakaian hitam tengah siaga menjaga kawasan teritorialnya.

"Sial! Nggak ada celah sama sekali!"

Gavin mengumpat, penjagaan di wilayah ini sangat ketat. Namun, bagaimanpun caranya ia harus segera menemukan solusi agar ia dapat menyelamatkan seseorang di dalam sana.

Tadi siang ketika Gavin sedang makan di salah satu restoran kesukaannya, ia tak sengaja melihat seseorang menaburkan sesuatu ke dalam minuman di sebelahnya.

Curiga, akhirnya Gavin menunggu siapa yang sedang dijebak oleh pria itu. Tak lama kemudian, matanya membulat sempurna setelah mengetahui siapa yang mendatangi meja itu.

'Imelda!'

Gavin hendak berdiri ketika Imelda meminum minuman yang sudah ditaburi obat, namun ia urungkan saat menyadari berapa banyak tim eksekusi di sana.

Gavin semakin curiga, sebenarnya siapa sosok Imelda sebenarnya.

Sabar menunggu, akhirnya Imelda selesai makan dan keluar dari restoran ini. Efek obat itu sepertinya belum bereaksi, namun begitu sampai di parkiran baru lah hal mengerikan terjadi.

Gavin menyaksikan bagaimana Imelda yang pingsan kemudian di bawa masuk ke dalam sebuah mobil. Serta orang-orang yang ia curigai di restoran tadi ikut masuk  ke dalam mobil.

Seolah belum berakhir dengan hal itu saja, dua mobil lain berdatangan dan mengiringi mobil yang menculik Imelda.

"Imelda!"

Gavin kalah jumlah, ia harus mengambil keputusan dengan benar disaat kondisi genting seperti ini. 'Ayolah Gavin, lo harus berpikir dengan kepala dingin!'

Akhirnya Gavin memilih untuk mengikuti mereka dari belakang, ia tak mungkin mencegat ketiga mobil itu. Yang ada nanti ia akan mati konyol.

Berjam-jam Gavin harus memfokuskan matanya agar tidak ketinggalan jejak, ia sudah mengendarai motor lebih dari 3 jam.

Hiruk pikuk Ibu kota sudah tertinggal jauh di belakang, sekarang ia memasuki hutan pinus dengan semak belukar di sepanjang jalan.

Ia sengaja menjaga jarak agar tak ketahuan, namun di belokan terakhir Gavin menyadari jalan sudah buntu.

Ia menghentikan laju motornya. Gavin terheran-heran.

"Kemana tiga mobil itu menghilang?"

Batinya bertanya-tanya, mana mungkin dia salah lihat.

Gavin segera memutar otak, ia mengelilingi jalan buntu tadi. Siapa tahu ada bekas atau tanda-tanda yang bisa dijadikan sebagai petunjuk.

"Nah ketemu!"

Ia menemukan jejak ban mobil di sekitar padang rumput, ia berjalan mengikuti jejak itu dengan langkah cepat. Motornya ia biarkan tertinggal.

Disinilah letak kesalahannya, ia datang seorang diri. Sedangkan seratus meter di depan ada sebuah bangunan bertingkat 4 dengan penjagaan di setiap sudut.

Apalagi di gerbang ini, 5 penjaga tadi berdiri tegap bak gorila yang matanya selalu awas. Walaupun hanya selembar daun yang jatuh, mereka sangat peka terhadap suara sekecil apapun itu.

Run Away Imelda [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang