PART 15. LARI LAH IMELDA

985 75 7
                                        

   Jika kamu memang berani,
coba beritahu kepadaku apa alasanmu!?
DAVID EL WIJAYA—


Imelda tidak dapat mengimbangi langkah Bani yang lebar, jadilah imelda terseok-seok bahkan diseret oleh Bani

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Imelda tidak dapat mengimbangi langkah Bani yang lebar, jadilah imelda terseok-seok bahkan diseret oleh Bani. Cowok itu tak memperdulikan Imelda yang sejak tadi menyuruhnya berhenti, bahkan semakin mengeratkan cengkramannya. Imelda kalah, percuma saja berontak, yang ada malah kemarahan Bani yang menanti dan Imelda tidak menginginkan hal itu.

Langkah Bani membimbing Imelda menjauh dari bangunan sekolahan, ia diarahkan ke sebuah bangunan yang terletak di belakang sekolah.

Imelda belum pernah kesini sebelumnya.

Banyak rumor mengatakan bahwa ruangan ini khusus dibuat untuk dijadikan basecamp anggota The five kill. Hal ini diperkuat dengan fakta, bahwa bangunan ini dibuat sejak kepindahan David dan Veno ke CAKRA VHS.

Sebenarnya banyak yang bertanya-tanya, untuk apa bangunan itu dibuat. Akan tetapi semua guru maupun staf tidak ada yang memberitahu fungsi bangunan di belakang sekolah itu. Hal ini, tentunya menimbulkan tanda tanya besar.

Namun, setelah David dan Veno merekrut Iyan, Aldi, dan Bani membentuk The Five Kill. Semua tanda tanya itu menemukan jawabannya. Berita bahwa pemilik sekolah swasta ini adalah ayahnya David, menyebar begitu cepat. Jadi,tidak ada yang berani memprotes. Karena kekuasaan terkadang bisa membuat hal yang tak mungkin menjadi mungkin.

•••

Bani melepas cekalannya, saat sampai di depan bangunan berlantai dua yang hampir mirip seperti sebuah rumah. Imelda sempat kagum, karena baru pertama kali melihat ada bangunan seperti ini di sekolahnya.

Netranya menelisik ke setiap sudut dan detail bangunan di depannya ini. Sebelum akhirnya, sensor mata Imelda menangkap sesuatu yang berbahaya tengah berdiri di ambang pintu.

"Udah puas liat-liatnya?" tanya David datar.

Imelda menunduk, ternyata Bani menyeretnya kesini untuk menemui David.

"Masuk!" satu kata tak terbantahkan dari David membuat Imelda kaget, sekaligus merinding mendengarnya. Dengan tetap setia menunduk Imelda memasuki pintu utama, mengekor di belakang David.

Saat di ruang pertama, Imelda melihat ke-4 anggota The Five Kill tengah duduk di sofa. Bani sedang memainkan ponselnya tanpa melihat ke arah Imelda, padahal jelas tadi Bani yang menyeretnya kesini.

Disamping Bani ternyata ada Veno disana, di dahinya masih menempel kapas dan plester. Seketika rasa bersalah menjalar keseluruh hati dan pikirannya, kata-kata Veno masih Imelda ingat dengan jelas.

'Jangan pernah libatkan Bara dalam masalah!'

"Ngapain bengong disitu! Cepet naik!"

Perintah David membuyarkan lamunan Imelda, ia sudah terlebih dahulu berada di tangga menuju lantai dua. Karena suara David yang berat, semua pasang mata yang tadi sibuk sendiri-sendiri kini terfokus pada Imelda yang masih berdiri di ambang pintu.

Imelda canggung dilihat seperti itu, dan dengan langkah berat Imelda mengikuti perintah David. Imelda yang tengah berjalan sambil menunduk sangat merasakan, bahwa di sampingya, semua mata menatapnya tajam. Saking tajamnya mungkin bisa merajang tubuh Imelda sekali cincang.

Setelah melewati ke-4 orang itu, imelda lega.

Kemudian langkah demi langkah, Imelda mengikuti kemana tangga ini menuntunnya. Ternyata tangga ini berhenti di sebuah pintu bercat warna hitam pekat, tak seperti di bawah. Jika di bawah, pintu serta cat tembok yang dominan adalah warna putih. Tapi, disini yang dominan adalah warna hitam. 'Sangat kontras sekali' pikir Imelda.

Rasa penasaran Imelda tentang bangunan ini sirna, ia lupa bahwa sedari tadi David memerintahkan untuk naik. Dengan cepat Imelda mengetuk pintu bercat hitam itu dengan pelan. Dari dalam terdengar suara kaki yang sengaja dihentak-hentakkan dan membuka pintu dengan kasar.

Deg.

David menarik tangan Imelda, menyeretnya, kemudian mengehempaskan tubuh Imelda supaya duduk di kursi yang ada di ruangan itu. David kembali ke arah pintu lalu—

Ceklek. Pintu terkunci.

Imelda meneguk ludahnya kasar, Ia takut kalau David berbuat macam-macam.

"Kenapa harus— dikunci?" tanya Imelda gemetar.

David berjalan ke arah Imelda dan belum menjawab pertanyaan yang diajukan oleh gadis itu. Ia menyeringai puas karena berhasil membuat Imelda ketakutan.

Ternyata David berjalan ke arah kursi yang berada di depan Imelda, kemudian duduk dengan kaki diangkat ke meja. Manik mata David menatap tajam gadis di hadapannya. Imelda semakin menunduk dan meremas jari-jemarinya.

"Kenapa? Takut?" tanya David dengan mengangkat satu alisnya. Imelda mendongak melihat wajah tampan milik David. Keduanya bertatapan, tetapi dengan pandangan yang berbeda.

David dengan tatapan kepuasan karena mangsanya telah ia dapatkan. Sedangkan Imelda dengan perasaan takut yang begitu kentara.

"Lo tau kenapa gue nyuruh Bani buat panggil lo kesini?" pertanyaan David dengan nada datar justru membuat kadar ketakutan Imelda meningkat.

Hanya dengan gelengan, Imelda menjawab pertanyaan David.

"Cihh kalo ditanya itu dijawab, gue nggak butuh gelengan lo yang nggak guna itu! Emang lo bisu apa!"

"Eng-nggak..." Imelda gugup.

"Jangan harap setelah ini lo bisa lari dari gue! Setelah kemarin lo kabur dari mansion gue dan lo malah pergi ke kosan Bara!"

Imelda semakin tertunduk, keringat dingin bercucuran, apalagi saat membayangkan Bara yang dipukuli oleh David waktu di kosan.

Satu kata yang menggambarkan David saat itu adalah IBLIS! Dan iblis itu berada tepat satu meter di depannya.

Tiga kata yang harus dilakukan olehnya, yaitu Run away, imelda !

Lari imelda! Larilah dari iblis di hadapanmu ini!

•••
Tbc
RUN AWAY IMELDA
Januari 2020

Run Away Imelda [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang