CERITA LENGKAP
FOLOW SEBELUM BACA YA
TERIMA KASIH
____________________________
Kilas balik mengenai gadis berhijab yang terseret ke dalam jeratan takdir rumit, bersama dengan pria yang tengah berevolusi menjadi seorang mafia.
Terombang-ambing di ten...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sejak maafnya diterima oleh Imelda, David menjadi lebih tenang. Beban yang selama ini begitu berat baginya, hilang sudah. Perasaan lega melingkupi hatinya sekarang.
Secercah sinar kini menghiasi iris mata David, pandangannya yang selalu dingin berubah sedikit lebih menghangat. Yah, walaupun hanya berkurang 0,01% saja.
Jangan dikira Imelda memaafkan David begitu saja. Imelda tahu resiko yang akan dihadapinya jika ia tidak memaafkan David. Besar kemungkinan ia akan menjadi bulan-bulanan David kedepannya. Jadi, Imelda memutuskan untuk memaafkannya saja. Toh kedua orang tuanya sudah tenang di alam sana.
•••
Setelah adegan drama meminta maaf usai, David mengantar Imelda pulang ke rumahnya. Selain itu, siang juga sudah berganti malam. Tidak mungkin David tega membiarkan Imelda pulang sendirian.
David membukakan pintu mobilnya, mempersilahkan Imelda untuk masuk kedalam mobil. Suasana hening menemani mereka hingga mobil yang mereka tumpangi tiba di depan rumah Imelda.
Imelda heran kenapa David bisa tahu jalan ke arah rumahnya. Padahal sedari tadi Imelda hendak memberitahu jalan yang harus diambil untuk sampai ke rumahnya. Anehnya, sebelum Imelda mengatakannya, David sudah membelokkan mobilnya sesuai dengan rute ke rumah Imelda.
Seolah David sudah hafal diluar kepala saja.
'Ah sudahlah lagian itu nggak penting, sekarang yang penting itu aku cepet-cepet peluk guling minionsku! Akan ku curahkan isi hatiku padanya!'
Sebelum angan-angannya terwujud, Imelda dibuat bingung dengan keberadaan sebuah mobil Avanza yang teronggok manis di pekarangan rumah. Lebih mengherankan lagi, rumah Imelda sangat terang. Sepertinya semua lampu dinyalakan, padahal kan Imelda belum pulang sedari pagi.
Imelda gelisah, firasat buruk begitu terasa. Sepertinya akan ada sebuah peristiwa yang sangat penting. Imelda menelisik mobil berwarna putih itu.
Sekali lagi Imelda mempertajam pandangannya dan benar saja, mobil itu milik paman dan bibinya.
'Duhh gawat! Padahal bulan ini mereka udah kesini, kenapa mereka datang lagi? Aku salah apa?'
Imelda terus menggigiti kuku jarinya. David hanya memperhatikan Imelda dari samping. Ia tahu ada hal yang tidak beres disini.
'Kenapa ada mobil Avanza di rumah Imelda?'
Keduanya saling menengok. Seolah tahu yang menjadi pertanyaan David, Imelda mengedikkan bahunya tanda bahwa dia juga sama-sama tidak tahu jawabannya.