PART 35. SISI LAIN WIJAYA

423 36 0
                                        

Gue berharap,
Keluarga kita kembali seperti dulu.
—DAVID EL WIJAYA—

Airy masih syok, setelah menyaksikan kejadian itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Airy masih syok, setelah menyaksikan kejadian itu. Ia tak habis pikir, kenapa Wijaya begitu tega menganiaya anaknya.

Airy terduduk di lantai, air mata yang menggenang di pelupuk mata membuat pandangannya mengabur.

Airy sekarang paham, kenapa ia selalu dilarang oleh Wijaya untuk menemui anaknya. Wijaya selalu saja membuat alasan, supaya ia urung melihat keadaan David. Bahkan hanya untuk meneleponnya saja, Airy selalu dicegah.

Padahal Airy punya hak. Hak atas David yang telah ia lahirkan melalui rahimnya. Hati ibu siapa yang tidak sedih, ketika dijauhkan dari anaknya sendiri?!

Meskipun Wijaya selalu melarang Airy, namun Wijaya selalu meyakinkan bahwa David akan segera pulang ke rumahnya. Wijaya tidak pernah lepas dari kata-kata,

"Tenang Airy, anak kita akan segera pulang, kamu nggak boleh sedih lagi,"

"Airy, anak kita sudah tumbuh menjadi anak yang pemberani"

"Airy, sekarang David sudah sepertiku, penuh ambisi"

"Airy, anak kita sudah aku jodohkan dengan anaknya Aditama, kamu ingat kan?"

"Airy, sepertinya David sedikit menolak, aku akan berusaha membujuknya untuk menerima perjodohan ini"

"Airy, anak kita besok akan datang kesini"

Airy memegangi kepalanya yang berdenyut saat mengingat kata-kata Wijaya tentang anaknya. Setelah tiga tahun ini, Airy sama sekali tidak pernah bertemu dengan David. Informasi yang ia dapat, hanya sebatas penuturan dari Wijaya. Airy pernah mencoba untuk membayar mata-mata, hanya untuk mengetahui bagaimana kabar anaknya. Namun, Wijaya terlebih dahulu mengetahui aksinya. Wijaya pun marah besar, ia sempat tidak pulang kerumah selama satu minggu.

Semenjak hari itu, Airy takut untuk mencoba lagi usahanya yang terhenti.

Tapi.
Satu hal yang Airy ingat, ia selalu berpesan pada Wijaya untuk selalu memastikan David dalam keadaan baik. Dan tidak boleh ada kekerasan sedikitpun dalam menghadapi anaknya.

Lalu,

Hari ini.

Airy ditunjukkan sikap temperamen Wijaya terhadap anaknya.

Airy kecewa, selama ini yang dikatakan oleh Wijaya bahwa David baik-baik saja ternyata dusta.

"Anakku, selalu dipukuli oleh ayahnya sendiri?" Airy memeluk lututnya, kepercayaanya telah dikhianati.

•••

Wijaya segera menghampiri Istrinya, ia membawa Airy ke dalam pelukannya. Ia takut Istrinya akan depresi setelah kejadian ini.

Run Away Imelda [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang