CERITA LENGKAP
FOLOW SEBELUM BACA YA
TERIMA KASIH
____________________________
Kilas balik mengenai gadis berhijab yang terseret ke dalam jeratan takdir rumit, bersama dengan pria yang tengah berevolusi menjadi seorang mafia.
Terombang-ambing di ten...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Shasya mematung, ia bodoh telah menyepelekan Veno. Obsesinya untuk terus bersama Imelda kini berada di ujung jurang. mundur artinya menyerah, terjun maka ia akan mati.
Veno masih mencengkram tangan Shasya, sekuat tenaga Shasya menahan sakit yang ia rasa. Shasya pikir Veno akan mengulitinya hari ini, di depan semua anak-anak CAKRA VHS. Tatapan horor yang ia terima dari semua pasang mata membuatnya benar-benar menciut.
'Aaargghh tidakkk!' jerit Shasya dalam hati.
"Mau nganter dia untuk terakhir kalinya?"
Shasya mendongak, 'nganter?'
Veno menatap Imelda yang berada di belakang Shasya, sedikit senyum licik terpampang di bibirnya.
"BUBAR!!!"
Anggota The Five Kill yang sedari tadi hanya menyaksikan, kini ikut andil dalam mengusir kerumunan siswa.
Nampaklah wajah-wajah yang ditekuk serta kecewa, padahal baru kali ini mereka menyaksikan kembali 5 Most Wanted SMK menampakkan ketampanannya.
Tak butuh waktu lama, sekolah lengang dari keramaian. Hanya tersisa The Five Kill dan dua gadis yang tengah berdiri gemetar.
Semilir angin sore menerpa permukaan wajah, David yang sudah berada di dalam mobil mulai jengah.
Tin... Tin...
Imelda digiring mendekat, satu tangannya masih setia menggandeng lengan Shasya.
"Stop! Lo cukup disini!" Veno menahan Shasya, Imelda menoleh.
Perasaannya masih gamang. Ia tak habis pikir, mengapa Veno selalu mencegah Shasya?
Imelda mencoba berbicara lewat tatapan mata pada David. Ia hanya ingin waktu sebentar saja, untuk bersama sahabatnya. Dan entah Imelda sedang mujur atau David mulai berbaik hati padanya, David menganggukan kepala seolah mengizinkannya.
Imelda berbalik arah, ia segera menerjang tubuh sahabatnya. Shasya yang dipeluk tiba-tiba kagok, namun sedikit demi sedikit membalas pelukannya.
Shasya menangis sesenggukan.
"Jaga kesehatan kamu di sana, aku mohon—" Imelda mengangguk.
"Kamu juga, jangan sampe sakit, aku nggak bisa jenguk..." giliran Shasya yang mengangguk.
Shasya membuka mata, ia melihat David yang mulai bosan menunggu di mobilnya. Shasya segera melepas pelukan mereka.
"Pokoknya kamu nggak boleh ngelupain persahabatan kita ya..."
"Iya Sya nggak bakalan pernah aku janji, nggak usah nangis isshh, malu di liatin orang..." ledek Imelda, Shaya mengusap air matanya lalu mencubit perut Imelda keras.
"Awwww... Hehe pisss... Sudah ya Sya..."
"Iya, itu David udah bosen di dalem mobil..." Imelda menoleh, benar saja, David tengah menyandarkan kepalanya dan menatap ke arah Imelda dengan malas.