PART 85. MISSION ACCOMPLISHED

209 14 1
                                        

David terperangah ketika melihat keadaan gadisnya, begitu banyak sisa-sisa darah di pakaian Imelda.

Gadis itu dipaksa berdiri dengan kedua tangan diikat ke atas, hal itu membuat Imelda menunduk tak bergeming. Surai indah yang panjang menutupi wajahnya, meski acak-acakan namun David yakin gadis itu adalah Imelda.

Kelopak mata David mulai memanas, "Ya tuhan! Apa yang terjadi sama lo Imelda!"

Saat David memasukkan satu kakinya ke ruangan bawah tanah ini, sebuah layar proyektor menampilkan Imelda dan Gavin yang tengah di seret ke tempat ini.

Tak ada belas kasih sedikitpun ketika seseorang itu menyeret Imelda.

David tahu siapa pelakunya, tapi kenapa Bara malah membuat rekam jejak seperti ini? Entah lah, David masih menyimak dengan serius video yang tengah diputar.

Detik demi detik terlewati, David tersenyum getir saat melihat sosok Bara yang dengan lancang mengikat gadisnya dengan kencang. Saat David hendak mengambil memory card yang terpasang di salah satu hardisk tersebut, tiba-tiba proyektor itu meledak tak tersisa.

"Shit!"

David membalikkan badan, mencari jalan keluar yang adil untuk semua orang.

Saat David sedang mengamati kondisi disekitar, ia dikejutkan oleh kedatangan Ben dan anak buahnya.

BRAK!

"Dimana Gavin!" teriak Ben lantang. *Orang yang meminta bantuan ke David untuk menyelamatkan Gavin.

Saat matanya menemukan keberadaan Gavin, ia hendak menghampiri pimpinannya.

"Kenapa lo nggak gercep tolongin mereka hah! Dasar nggak waras!" murka Ben pada David yang dilihatnya hanya diam tak berbuat apa-apa.

"Tunggu!" teriak David, namun tak di gubris oleh Ben.

"Minggir jangan halangi gue!" berontak Ben lagi.

David mencekal Ben dari belakang, lalu terjadilah perkelahian sengit.

Pergerakan Ben terkunci dengan mudah oleh David, hingga ia tak bisa berkutik sedikitpun.

Anak buah Ben akan maju, tapi mereka lebih dulu di hadang oleh pasukan David. Yang sialnya, anak buah Ben kalah jumlah. Mereka hanya diam menahan emosi, sambil menonton apa yang akan terjadi selanjutnya.

"Gue bukannya nggak mau nolongin mereka! Gue udah tau semua rencana Bara. Lo lihat kapak yang tergantung di atas sana?!" perintah David pada Ben agar melihat kapak yang tergantung di atas tubuh Gavin dan Imelda.

"Lo liat baik-baik! Gue nggak mau gegabah, kalo aja tadi gue nggak bisa nahan emosi gue... Bisa aja Imelda gue selametin, maybe... Gavin udah mati tiga menit yang lalu!" sergah David dengan intonasi tinggi. Itu agar semua orang yang mendengarkan omongannya paham kenapa David belum mengambil tindakan sampai sekarang.

Ben berdiri tertegun, saat mendapati kapak itu saling berkaitan satu sama lain. Jika seorang menyelamatkan Gavin, makan kapak yang satunya akan menghujam Imelda. Dia juga tidak ingin menjadi seorang pembunuh.

"Sial! Gue nggak tau!" umpat Ben lalu mengusap rambutnya kasar.

"Sekarang lo udah tau 'kan kenapa gue nggak gercep nolongin gadis gue?" sindir David.

"Lha terus mau sampe kapan hah nontonin mereka yang udah sekarat? Lo tega ngebiarin gadis lo tersiksa seperti itu?!" bentak Ben.

David berdecak kesal, perasaannya sedang tak karuan. Tolong jangan buat anjing yang sudah jinak kembali menggong-gong.

Run Away Imelda [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang