CERITA LENGKAP
FOLOW SEBELUM BACA YA
TERIMA KASIH
____________________________
Kilas balik mengenai gadis berhijab yang terseret ke dalam jeratan takdir rumit, bersama dengan pria yang tengah berevolusi menjadi seorang mafia.
Terombang-ambing di ten...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sudahlah, lagipula mereka cocok."
Nyatanya, kalimat itu tak seperti yang Imelda rasakan sekarang. Ada perasaan mengganjal di hatinya, seolah-olah tak terima dengan gadis yang baru dikenalnya ini. Siska.
Dengan mudahnya, Siska bisa akrab dengan David. Sedangkan Imelda? Menatapnya saja sudah membuat jantungnya berhenti berdetak, apalagi untuk dapat akrab dengannya. Sungguh, hal itu benar-benar hal yang tidak mungkin terjadi.
Tapi.
Seperti mendengar suara hati Imelda, David memegang tangan Siska, mengambil alih kompres ditangannya.
"Apaan sih lo, gue bisa sendiri!"
"Sini gue aja, diem aja kenapa si!" omel Siska.
"Gue bisa sendiri!" bentak David. Ia tidak boleh terlihat lemah, apalagi di depan gadis yang baru dikenalnya. Dan lagi, selama ini tidak ada yang berani menentangnya.
Siska yang dibentak seperti itu, kini beringsut mundur dan kembali duduk di samping Imelda.
Pandangan David kini tertuju pada Imelda yang tertunduk. Siska menyadari hal itu.
'Sepertinya ada sesuatu diantara mereka ya? menarik—'
Disadari atau tidak, Siska tengah menyeringai sekarang.
"Gue?" sambil menunjuk dirinya. Bukan-nya menjawab pertanyaan David, Siska justru menoleh ke arah Imelda.
David mengangkat satu alisnya, tidak suka. Ia tahu, maksud Siska adalah mengusir Imelda dari sini. Tapi, bukankah David yang mengajak Imelda ke apartemennya?
Imelda mengangguk mengerti, sikap Siska ini jelas terang-terangan bermaksud untuk mengusirnya. Jadilah Imelda berdiri dari duduknya lalu berkata.
"Permisi, jika aku disini hanya mengganggu aku pamit..."
Imelda memasang senyum hatinya, kemudian berjalan ke arah pintu.
David yang terkesima dengan senyuman Imelda, tidak menyadari kepergian Imelda.
Ceklek Baru saja Imelda mau membuka pintu, ada seseorang yang membuka pintu juga dari luar.