PART 42. FIRST KISS?

504 22 5
                                        

"Lo pasti kangen sama temen lo itu kan, yang bareng sama lo terus kalo ke kantin," ucap David sambil menatap langit-langit ruangan, lalu matanya terpejam

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Lo pasti kangen sama temen lo itu kan, yang bareng sama lo terus kalo ke kantin," ucap David sambil menatap langit-langit ruangan, lalu matanya terpejam.

"Kok kamu tau?" tanya Imelda penasaran.

"Gue sering liat lo bareng dia." David mengaku.

"Iya, dia temen aku, satu-satunya temen yang paling berarti dalam hidup aku"

"Kenapa dia?" David memotong ucapan Imelda.

"Ya... Pokoknya Shasya selalu temenin aku, saat aku sedih, saat aku seneng, tapi waktu itu ada masalah yang belum sempet aku selesaikan...," terang Imelda panjang lebar.

"Emang masalah apaan? Cowok?" cecar David.

"Ahh... Bukan... Biasa, masalah cewek."
Imelda merenungi kesalahan yang telah ia buat kepada sahabatnya yang keberadaannya entah dimana sekarang.

"Besok selesaiin urusan lo sama dia," celetuk David tenang.

"Hah? Kenapa besok?"

"Lo bakal tau apa yang akan terjadi, tunggu aja sampe besok."

Imelda menganggukkan kepala, ia hanya perlu menunggu.

Setelah berkata demikian, suara David tak terdengar lagi. Imelda melirik ke arahnya, ternyata David sudah tertidur dengan tangan yang menutupi wajahnya.

Imelda bangkit dari duduknya, ia berjalan ke arah kamar David. Membawa selimut tebal yang teronggok di kasur, meskipun berat Imelda tetap berusaha membawanya ke ruang tengah.

Dengan perlahan Imelda menyelimuti tubuh David, pelan-pelan Imelda mengangkat tangan David yang menutupi wajahnya. Ia meletakkan tangan David di samping tubuhnya.

Imelda tahu, David nampak kelelahan. Hal itu terpampang dari wajahnya yang terlihat pucat, dan sedikit kerutan di dahinya.

Imelda berjongkok disamping David, ia memperhatikan wajah David yang begitu tenang saat tertidur. Jantung Imelda sedikit berdesir, manakala tangannya menyentuh wajah David dengan lembut.

'Terimakasih David, terimakasih atas segala macam perhatian yang kamu beri sampai sekarang, entah apa yang bisa membuat hutang budiku ini terlunasi...'

Imelda memejamkan mata sesaat, tanpa ia sadari David malah menatapnya lamat-lamat. David tersenyum mendengar gumaman Imelda yang menyangkut tentang dirinya.

David memegang jemari Imelda yang tengah mengusap lembut pipinya, Imelda membuka mata.

"Kamu belum tidur?"

Tak memperdulikan pertanyaan Imelda, David justru bangun dari rebahannya. Ia mencengkram bahu Imelda, memaksanya untuk duduk. Kedua lengan David sekarang mengunci pergerakan Imelda.

Imelda tak bisa melawan, ia terkurung oleh lengan kekar David. Ia sedikit panik, namun kali ini bukan karena rasa takut. Melainkan, debaran jantung yang menggila setiap manik tajam itu menatapnya penuh keteduhan.

Run Away Imelda [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang