CERITA LENGKAP
FOLOW SEBELUM BACA YA
TERIMA KASIH
____________________________
Kilas balik mengenai gadis berhijab yang terseret ke dalam jeratan takdir rumit, bersama dengan pria yang tengah berevolusi menjadi seorang mafia.
Terombang-ambing di ten...
Kenapa takdir seolah ikut menghakimi? —IMELDA ALAYA—
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ayah David sampai datang kerumah Paman?!" tanya Imelda tak percaya.
"Iya Imelda, Paman pikir semua masalah waktu itu sudah selesai tiga tahun lalu—" Hary mengucapkan kalimat yang penuh tanda tanya bagi Imelda.
Tari, tiba-tiba saja menggenggam tangan Hary. Dan menatap Hary tajam, seolah memperingatinya agar tidak melanjutkan omongannya.
"Masalah? Waktu itu? Masalah apa paman?" cecar Imelda.
"Tidak ada apa-apa Imelda," ucap Hary menggantung.
"Imelda sudah tahu paman, tadi sore Imelda baru tahu kalau David adalah penyebab dari kecelakaan waktu itu kan? Makasih ya Bara kamu udah kasih tahu aku."
Imelda tersenyum dengan terpaksa pada Bara, mencoba bersikap tegar untuk tidak menangis.
Hary menatap Bara curiga, kenapa Bara bisa tahu masalah ini.
"Bara! Kamu tau dari mana hal itu!"
Hary menaikkan intonasinya, kilatan amarah kini mulai terlihat di wajahnya. Cukup Tari saja yang membuatnya emosi!
Sudah 3 tahun kejadian itu berlalu, kenapa orang yang belum dikenalnya ini malah membeberkan masalah ini pada Imelda. Bahkan dirinya saja yang tidak berani mengungkit hal itu. Perjanjian yang dulu dibuatnya bersama Wijaya adalah pergi sejauh-jauhnya dari kehidupan anaknya, dan tidak boleh ada satupun orang yang mengatakan bahwa David adalah pelakunya.
Jika tidak, nyawa Imelda benar-benar dalam bahaya.
"Saya diberitahu sama Om Wijaya," ucap Bara dengan mimik wajah polosnya.
"Mana mungkinn! Wija—"
Drttt drtt drtttt
Belum selesai Hary berbicara, ponselnya berbunyi nyaring.
'Siapa sih yang nelfon disaat genting seperti ini!'
Hary menatap tak percaya siapa yang meneleponnya, Wijaya!
Disaat Hary dan Imelda saling berunding, Bara menjadikan kesempatan ini untuk memberitahu Wijaya supaya menepati janjinya pada Bara. Dan yah, benar saja Wijaya menelepon Hary ketika Bara dalam posisi terpojok.