PART 81. DAVID THE UNDERBOSS

230 13 0
                                        

"Gue milih lo, Imelda!"

Layar proyektor yang menampilkan David tengah berbicara lantang, membuat semua orang terdiam.

BLAR!

Bagaikan kembang api yang meletup hebat di atas langit, kejutan di tengah-tengah kepiluan. Hati  Imelda di hinggapi kelegaan amat dalam.

Kesakitan yang diterima oleh jiwa dan raganya menguap sesaat, rasa senang yang tak bisa diutarakan. Binar mata yang tadi redup, kini mendapat sumber dayanya kembali.

'Syukurlah David, iya! Gue bakal nunggu kamu! Aku yakin kamu pasti dateng!'   harap Imelda.

"BANGSAT!"

Bara membanting remot kontrol hologram dari tangannya, menginjak-injaknya sampai hancur tak tersisa.

Ruangan putih itu sunyi, Bara sepertinya sedang memikirkan rencana selanjutnya.

Pria itu mengacak rambutnya gusar, pikirannya menerawang terjal. Hingga manik matanya menggelap saat melihat Imelda yang masih duduk terikat.

'Sial! Solusi gue ada di depan mata! Kenapa gue nggak nyadar dari tadi anjir!'

Tap-tap-tap

Langkah kaki pria jakung itu perlahan mendekati Imelda, tangannya mengepal kuat dengan otot-otot yang mencetak di antara kulitnya.

Tubuh Imelda menegang. Berusaha kabur sekuat apapun, tali yang mengikatnya malah menggores kulit dan menyisakan luka memar.

BRAK!

"MMM!"

Dalam sekali tendangan, kursi yang digunakan untuk mengikat Imelda menghantam lantai dengan keras. Debuman diiringi rintih kesakitan Imelda menggema di ruang hampa ini.

Imelda hilang kesadaran, sementara Bara mundur ke belakang. Menyandarkan tubuhnya ke dinding dengan nafas yang memburu, Bara tersenyum kecut.

"Sial!"

••••

[ GEDUNG LA PLATINUM ]

Para manusia yang meringkuk di bawah meja semakin merundukkan kepalanya. Tak ada yang berani bersuara, bahkan nyamuk sekalipun.

"Lapor tuan, semua mata-mata sudah di amankan." Seseorang datang membisiki David.

"Baiklah."

CTIK-CTIK

David memberi kode agar lampu dinyalakan lagi. Setelah menyala, keadaan sungguh mengerikan. Meja dan kursi berantakan, makanan dan minuman tumpah ruah, serta para tamu undangan yang bangkit satu persatu dengan kaki gemetar.

Mereka masih berdiri mematung, seolah ada rantai yang membekap leher mereka hingga tak bisa berucap apa-apa.

Siska merangkul ibunya di dekat rak-rak penuh bunga, sementara ayahnya diam membeku sambil meremas dadanya yang terasa seperti di jatuhi batu besi raksasa.

"Untuk mama yang masih bingung apa yang sedang terjadi, David minta maaf ma. Dan untuk keluarga besar Aditama yang tengah berada disini, saya ucapkan permintaan maaf  sekaligus terimakasih yang amat sangat banyak."

Setelah mengatakan kalimat itu, David membungkuk cukup lama. Lalu David keluar dari gedung La Platinum melalui pintu belakang.

"HUUU!" "HUUU!"

Begitu David keluar, semua orang ribut menyoraki dua keluarga itu. Mereka masih syok dan memerlukan penjelasan secepatnya mengenai apa yang sudah terjadi barusan.

"INI EMANG SALAH PAPA DARI AWAL! MAMA KAN UDAH BILANG JANGAN MAKSA DAVID BUAT NGELAMAR SISKA!" teriak Airy histeris, lalu ia mencopot hellsnya dan melemparkannya tepat di muka Wijaya. Meski telah mempermalukan suaminya, Airy tetap berjalan dengan elegant keluar dari gedung ini.

Tak selesai dengan itu, Aditama menarik kerah Wijaya kasar. "ANAK LO NGGAK BAKAL BERUBAH SAMPAI KAPAN PUN!" hardik Aditama yang tentu saja di saksikan oleh semua orang.

Demi apapun, Wijaya tetap memasang aura  ketenangan. Malah bisa dibilang ia tersenyum samar.

"Saya akui ini kesalahan saya." netranya menatap lurus manik mata Aditama. Lalu dalam satu kali hentakan, Aditama terhuyung ke belakang.

"Tapi bukan berarti, Kau bisa melimpahkan semua kesalahan ini pada saya!" ucap Wijaya seraya membenarkan letak dasinya yang kacau, "Sebelum semua ini terjadi, Kau lah yang lebih dulu meminta dan memaksa saya untuk menjodohkan putrimu dengan putraku, dengan alasan 'PERTEMANAN?!' kau ingat?" berondong Wijaya dengan sejuta fakta.

Jangan lupakan satu hal, Wijaya adalah seorang The Boss di wilayah ini. Semua permasalahan yang timbul akibat salah mengambil keputusan adalah tanggung jawabnya.

Wijaya menodongkan pistol dari dalam saku jasnya, tatapannya yang setajam elang mampu memaku Aditama di tempat. "KAU LIHAT SENDIRI BUKAN? DAVID SUDAH KELUAR DARI GEDUNG INI. ITU BERARTI DIA JUGA KELUAR DARI KELUARGAKU SIALAN! SEKARANG BAGAIMANA AKU BISA MENCARI PENERUSKU?!"

DOR! DOR!

Dua peluru di hujamkan ke langit-langit gedung, lengkingan ketakutan kembali terdengar. Namun peluru itu bukan berasal dari pistol yang tengah di pegang Wijaya.

Melainkan.

Seorang CONSIGLIERE, yang datang untuk menengahi perseteruan antara dua keluarga. Seorang yang kekuasaanya hampir setara dengan The Boss. Ia dan pasukannya, segera mengamankan LA PLATINUM dari kekacauan.

••••
[ MANSION DAVID ]

David. Seorang UNDERBOSS yang seharusnya menjadi penerus bisnis turun temurun dari keluarganya, lebih memilih untuk dicoret dari kartu keluarga Wijaya.

Namun tenang saja, selama ini David membangun bisnisnya sendiri tanpa campur tangan sang ayah. Itu berarti, para bawahan yang selama ini bekerja dengannya akan selalu berada di pihaknya.

Kecuali beberapa orang yang di anggap sebagai mata-mata dari pihak musuh, David segera menindak tegas orang itu.

"Para buaya yang beruntung, kali ini kalian akan kenyang berbulan-bulan! Ck nggak usah banyak pikir! LEMPAR!" perintah David pada salah satu tim eksekusi.

BYUR! KRATAK! KRETEK!

Satu manusia kehilangan nyawa dan raganya hanya dalam sekejap mata, ketika tim eksekusi mendorongnya ke kolam penuh buaya kelaparan.

Para pengikut setia David bersorak sorai, sementara para mata-mata yang menyaksikan kawannya di umpankan ke buaya tentu saja gemetar. Nafas para penyusup itu tercekat di tenggorokan, dan banyak yang terkencing-kencing di celana saking takutnya.

"Apa kalian masih tidak mau bicara, dan ingin bernasib sama dengan kawan kalian tadi hah!" ancam David dengan berkacak pinggang.

Sepuluh orang yang dirantai dan diborgol itu diam membisu, seolah satu kata saja mampu membuatmu tamat dalam sekejap.

"Terutama lo, VENO?"

••••
TO BE CONTINUED
RUN AWAY IMELDA

Run Away Imelda [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang