PART 25. BUKAN ORANG BAIK

565 51 4
                                        

Mobil David terparkir manis ditepi jalan, sedikit jauh dari rumah Imelda

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Mobil David terparkir manis ditepi jalan, sedikit jauh dari rumah Imelda. David menjaga jarak agar Imelda tak mencurigai keberadaannya.

Entah kenapa David merasa gelisah, tatkala melihat mobil Avanza yang ada di pekarangan rumah Imelda.

Saat David menelungkupkan kepalanya di atas stang kemudi, David mendengar derap langkah yang semakin terdengar jelas.

David menajamkan indra pendengarannya, barangkali ia salah dengar.

Tap... Tap... Bruk...

David mendongak, melihat ke arah luar mobilnya. Ternyata pendengarannya tidak salah. Ada seseorang yang tengah berlari di gelapnya malam. Semakin lama semakin jelas wajahnya terlihat.

Gadis itu terduduk lemah, tepat di depan mobil David. David yang mulanya acuh, kini cengo. Menatap gadis yang terus saja mengusap pipinya, gadis itu adalah Imelda.

"Hah Imelda!"

David yang melihat hal itu kini mulai resah, air muka David berubah cemas. Firasatnya benar-benar terbukti sekarang.

Baru saja David hendak keluar dari mobil, Imelda sudah berdiri dan melanjutkan larinya yang tertunda.

Semakin jauh Imelda berlari, David semakin khawatir.

Baru saja David akan keluar mobil, lagi-lagi ada orang yang berlari. David mengira orang itu hendak mengejar Imelda. Dan benar saja, saking terburu-burunya orang itu berlari, ia tak menyadari keberadaan David disana.

David menatap tak percaya pada apa yang baru saja ia lihat. Bara!

'Ck orang itu hmm.. Apa yang lo lakukan pada Imelda njir!' monolog David kemudian memukul stang kemudinya cukup keras.

•••

David segera menyusul mereka dengan tergesa. Malam yang sudah larut ditambah lampu jalan yang mati, suasana hening dan mencekam begitu terasa. Namun, hal itu tidak menyurutkan rasa penasaran David.

Pikirannya benar-benar memusat pada satu titik, dimana kepalanya hanya terisi oleh Imelda.

David memelankan langkahnya saat mendengar sebuah isakan yang begitu menyayat hatinya.

Suara itu adalah suara Imelda yang tengah duduk di bawah sebuah pohon besar, dimana Bara sedang menuju ke tempat Imelda duduk.

Bara berdiri menjulang di depan Imelda.

Imelda yang menyadari ada seseorang di depannya, kemudian mendongak. Isakannya semakin keras saat yang ia dapati adalah Bara.

Entah kenapa—

Imelda pikir Bara adalah orang yang baik. Hingga malam ini, anggapan itu ia tepis sejauh mungkin. Imelda telah salah menilai Bara. parahnya lagi, baru sekarang Imelda menyadarinya.

Bara berjongkok di depan Imelda, memandang gadis itu dengan raut wajah mengasihani. Bara memegang bahu Imelda yang bergetar hebat. Ia tahu, apa yang dilakukannya adalah kesalahan fatal.

Sebenarnya Bara ingin menyelamatkan Imelda dari kungkungan David. Sayang sekali, niat baiknya itu hanya bagi Bara saja, tidak dengan Imelda.

Bara pikir Imelda akan senang dengan rencananya ini, ternyata Bara salah. Rencananya ini justru malah menyakiti Imelda, dan menorehkan rasa sakit di hatinya.

'Gue udah terlihat salah dimata lo, gue pikir lebih baik gue jadi orang jahat sekalian dimata lo, gue bakal perlihatkan sifat gue yang sebenernya Imelda.'

Bara menatap nanar Imelda, kalimat itu tidak sampai terucap.

Imelda menepis tangan Bara kasar, kemudian berdiri dari duduknya, menyedakepkan kedua tangannya. Sorot mata Imelda kini sudah kehilangan cahayanya, menggambarkan rasa kekecewaan yang sangat mendalam.

"Ternyata aku udah salah nilai kamu. Aku kira kamu baik, ternyata aku salah besar!"

"Gue salah apa Imelda?" ucap Bara tak berdosa.

"Dengan kamu kayak gini, kamu hanya nambah beban hidup aku tau nggak Bar!"

Imelda kian tersulut emosinya, tampang Bara yang datar membuat Imelda semakin kesal, ingin sekali Imelda mencakarnya.

"Gue kira lo juga suka sama gue—"

"Apa?!" Imelda mendelik.

"Pergi Bar! Aku udah muak sama kamu! Aku mau kita nggak saling kenal mulai sekarang!"

"Sutt jangan ngomong gitu, gue ini kan tunangan lo. Jadi udah sepantesnya lo nurut sama gue," telak Bara mengingatkan.

Deg!

"Aku kan nggak setuju dijodohin Bara!" tegas Imelda putus asa

"Imelda! Perlu gue ingetin lagi kata-kata Tante lo tadi?!"

"Nggak! Nggak perlu! Aku udah muak sama mereka!"

"Lo mau nolak perjodohan ini? Oke Gue telepon Om Wijaya buat bunuh om Hary detik ini juga!"

"Bara! Kok kamu gitu sih!"

Imelda mencengkram kuat lengan Bara yang hendak mengambil ponselnya.

"Asal lo nurut sama gue, semuanya bakal berjalan dengan mudah Imelda."

Imelda menatap Bara tak percaya, kata-kata yang keluar dari mulut Bara seolah meteor yang menghantam ke atmosfer bumi. Boom. Meledak, terbakar, benar-benar membuat hati Imelda hancur.

Raut keputusasaan Imelda begitu kentara, tidak ada pilihan lain selain menuruti apa permintaan Bara. Dan lagi, Imelda tidak ingin melawan paman dan bibinya.

Bagaimanapun, selama hampir 3 tahun ini ia diasuh oleh mereka. Benar kata bibinya, Imelda harus membalas budi akan jasa mereka.

Kedua tangan Imelda mengepal kuat, lalu menunduk.

"Diem artinya lo setuju!"

Bara menjawab sendiri pertanyaannya.


•••

Tbc
RUN AWAY IMELDA
Januari 2020

Buat yang belum vote, vote dulu yah
👇👇

Run Away Imelda [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang