Veno terlihat gelisah, kini sisi iblis dalam diri David sedang memainkan perannya. Ia memang sudah terbiasa melihat kebrutalan David, namun kali ini berbeda.
David sudah dikuasai oleh kekejaman dan kegelapan. Di level ini, pria itu sama sekali tak menggunakan perasaannya satu persen pun.
BYURR! KRETEK!
"Semakin lama lo mikir buat cari alesan, orang-orang ini bakal kehilangan nyawa mereka detik ini juga!" gertak David kelam.
"Oke! Gue bakal ceritain semuanya dari awal," jawab Veno dengan jantung yang rasanya akan meloncat keluar, saat menyaksikan orang-orang tak bersalah itu mati karenanya.
"Semuanya berawal dari kejadian penculikan Imelda dulu—" Veno menjeda kalimatnya saat David mulai mendekat dengan memainkan sebuah pisau lipat di tangan kirinya.
"Waktu itu... Bara belum mati. Akh!" Veno meringis nyeri saat mata pisau tajam itu menyentuh kulitnya.
"Gue—gue memanipulasi kematian dia. Sebelum lo meledakkan gedung tua itu, gue udah pindahin Bara ke bagasi," jelas Veno.
SRAT! AAA!
Satu garis lurus di atas lengannya segera mengucurkan cairan merah kental. David menatapnya dengan artian 'lanjutkan ceritamu!'
"Gue waktu itu masih belum yakin saat lo mutusin buat keluar dari rumah bokap lo, waktu itu gue belum percaya sama lo, gue masih ragu. Bokap lo selalu iming-imingin gue sama harta," terang Veno dengan menahan rasa nyeri di tangannya.
"Jadi selama ini, gue selalu melaporkan apa yang lo lakuin ke bokap lo," ucap Veno dengan berat hati mengakui kesalahannya.
SRET! AKHH!
Setiap Veno mengucapkan kalimat yang mengganggu dirinya, David dengan kejam membuat ukiran indah di tubuh pria yang sedang di borgol itu.
"Tapi soal Bara yang menculik Imelda sekarang, bukan tanggung jawab gue lagi. Karna Bara selama ini di didik oleh bokap lo sendiri..., dia..." Veno was-was saat David memelototkan matanya.
"Dia apa?! Hah!" teriak David sambil mencengkram kemeja Veno hingga tercekik.
"Dia..., dia udah bangun markasnya di tengah hutan. Uhuk!" Veno meraup oksigen dengan kencang saat David melepas cengkramannya secara kasar.
"Markas itu dibangun dan dirancang Bara sama anak buahnya, gue nggak dikasih tau sama dia tentang markas itu...,"
"Tapi lo tenang aja, Imelda disekap disana, di dalam ruangan putih. Gue nggak tau apa yang dia lakuin ke Imelda...," lanjut Veno dengan wajah pucat pasi.
Mendengar kalimat terakhir itu, manik mata David terlihat berapi-api. Satu-satunya orang yang ia kira paling menjunjung tinggi kesetiaan, nyatanya dia adalah pecundang!
David sudah tidak tahu lagi harus menghukum Veno seperti apa, jika dilempar ke buaya di kolam ini pasti Veno akan langsung mati dan tak merasakan rasa sakit sedikitpun.
Tapi.
"GUE PALING BENCI SAMA PENGHIANAT BANGSAT!" amuk David dan mengarahkan pisau itu tepat ke jantung Veno.
Namun sebelum pisau itu benar-benar menusuknya, Veno pingsan karna kehabisan darah. "Sial!"
"Bawa dia!" perintah David pada salah satu orang di belakangnya.
Dengan sigap pria berotot itu membuka borgol di tangan Veno dan membawanya ke ruang medis.
"Kenapa Tuan tidak membunuhnya saja? Dia 'kan sudah mengkhianati Tuan?" ucap seorang laki-laki yang diketahui adalah orang terdekat kedua setelah Veno.
Sorot tajam mata David seolah mengisyaratkan untuk tidak membahas hal itu, namun David menjawab dengan penuh kegusaran.
"Gue udah tau dari awal kalo Veno berkhianat, tapi gue lebih milih buat nggak merduliin soal itu. Gue udah anggep dia kakak gue sendiri, jadi sampai kapanpun gue nggak bakal bunuh dia pake tangan gue. Melainkan—"
David menggantung ucapannya, lalu tertawa menyeringai membuat orang yang diajak bicara bergidik ngeri.
"Baiklah Tuan, saya akan jalankan sesuai permintaan Tuan. Sekarang sepertinya helikopter sudah standby di lapangan, penyerbuan jalur darat dan udara sudah bisa dilakukan," ucap pria itu kepada David yang tengah memandang para medis menyelamatkan nyawa Veno.
Bergegaslah David menuju lapangan, ia menaiki helikopter dengan gagah. Kegelapan malam seolah tak mengusik sedikitpun rencana penyerbuannya, misi kali ini David yakin seyakin-yakinnya bahwa ia akan berhasil dan membawa Imelda ke dalam pelukannya.
••••
To be continued
RUN AWAY IMELDA
Jepara, 27 Maret 2021
KAMU SEDANG MEMBACA
Run Away Imelda [END]
JugendliteraturCERITA LENGKAP FOLOW SEBELUM BACA YA TERIMA KASIH ____________________________ Kilas balik mengenai gadis berhijab yang terseret ke dalam jeratan takdir rumit, bersama dengan pria yang tengah berevolusi menjadi seorang mafia. Terombang-ambing di ten...
![Run Away Imelda [END]](https://img.wattpad.com/cover/207488742-64-k784218.jpg)