CERITA LENGKAP
FOLOW SEBELUM BACA YA
TERIMA KASIH
____________________________
Kilas balik mengenai gadis berhijab yang terseret ke dalam jeratan takdir rumit, bersama dengan pria yang tengah berevolusi menjadi seorang mafia.
Terombang-ambing di ten...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Imelda melenguh tertahan, iris matanya berusaha menyesuaikan intensitas cahaya yang begitu menyilaukan dimatanya. Ia tidak mengingat apapun. Sambil memegangi kepalanya yang berdenyut, Imelda melihat ke sekeliling ruangan.
'Sebuah kamar?' Tanya Imelda dalam hati. Imelda semakin dikagetkan dengan suara berat dari arah samping.
"Sudah bangun?"
Imelda memekik tatkala mendapati David disampingnya, memeluknya?!
Mendengar tidak ada jawaban, David membuka matanya. Tepat saat mata elang David menatap tajam manik mata Imelda. Nyali Imelda menciut, Imelda berusaha melepaskan tangan David dari perutnya. Ia sungguh tak nyaman seperti ini.
Usaha Imelda sia-sia, David malah mempererat pelukannya dan menempatkan wajah Imelda tepat di depan dada bidang David. Bau maskulin seketika langsung memenuhi indra penciuman Imelda, membuat gadis itu menutupkan matanya rapat-rapat.
Imelda belum bisa mencerna semua ini, ia sangat ketakutan. Tepat setelah itu, David mencium singkat pucuk kepala Imelda.
>>>FLASHBACK ON<<<
"Sial, gara-gara lo, gue harus buang-buang tenaga! Cihhh"
David mengumpati Bara yang sudah tidak berdaya. Ia bergegas menggendong Imelda, membawanya keluar dari kosan Bara.
Ketika hendak keluar, David melihat ke arah Veno. Sebelum akhirnya berlalu meninggalkan mereka.
Saat di halaman kosan pun semua anak tidak ada yang berani memandangnya, semua tertunduk.
Imelda tidak bergeming saat David mendudukkannya di kursi mobil, raut wajah imelda sungguh sangat memprihatinkan. Wajahnya pucat pasi dan keringat dingin bercucuran.
David melajukan mobilnya dengan cepat sambil sesekali menoleh ke arah Imelda, mengusap wajahnya lembut lalu kembali fokus mengemudikan mobilnya.
Pukul 20.13 WIB [MANSION DAVID]
David sampai di kediamannya, dengan sangat pelan David membopong tubuh Imelda menuju ke kamarnya. David sangat khawatir pada kondisi Imelda, demamnya semakin tinggi.
Imelda masih menggunakan seragam sekolahnya, dan keadaan bajunya pun sudah sangat basah karena keringat yang terus bercucuran. David memanggil seorang maid dan menyuruhnya untuk mengganti baju Imelda, David pun keluar dari kamarnya.
Setelah para maid selesai menggantikan baju Imelda, David langsung masuk dengan membawa sebaskom air hangat dan selembar kain untuk mengompres Imelda.