PART 39. KEPULANGAN

379 29 0
                                        

Chapter sebelumnya:

Imelda mengendus kemeja
yang tengah David kenakan

Bau anyir?

Pelukan Imelda mengendur, hal itu dirasakan oleh David

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pelukan Imelda mengendur, hal itu dirasakan oleh David. Imelda gamang, ia merasa ada sesuatu yang David sembunyikan. 

"Kenapa?"

David memegang kedua bahu Imelda, ia menemukan sorot ketakutan pada manik matanya. David celingukan, mencari apa yang salah pada dirinya. 

Ia terkejut saat melihat kemeja yang ia pakai, ada bercak noda darah yang tertoreh disana. Pantas saja Imelda takut, ia harus mencari alasan secepatnya.

"Ohh, ini?" David menunjuk noda darah itu.

"Tadi sebelum ke sini, gue berkelahi sama preman lokal, mereka nggak ngijinin gue buat masuk perkampungan ini makanya gue baku hantam sama mereka," ucap David menggebu saat menceritakan alasan klisenya, lalu tersenyum kaku. Ia tak pandai berbohong.

"David..." cicit Imelda lemah, hampir tak terdengar. Namun, pergerakan tangannya ke wajah David mampu menghentikan bualan David.

"Apapun itu, aku harap kamu jujur padaku," Imelda menatap manik mata tajam yang semakin meneduhkan di matanya. 

"Terimakasih udah nemuin aku disini, terimakasih... " mata Imelda mulai berkaca-kaca, David sedikit menyunggingkan senyum congkaknya. Kemudian merengkuh kembali tubuh gadis di depannya ini dengan posesif. Ia takut kehilangan lagi, ia takut jika ia tak bisa menemukannya lagi nanti.

Imelda yang kaget dipeluk tiba-tiba, kini mulai membalas kehangatan yang David berikan. Ia tahu, David tulus menyelamatkannya.

David melepaskan pelukannya, ia takut Imelda akan kehabisan nafas. 

"Mulai detik ini, turuti semua kata-kata gue ya?!" ujar David seraya menggamit tangan Imelda.

"Baiklah. Selama itu adalah sebuah kebenaran, aku akan menuruti semua kata-katamu."

"Oke, sekarang waktunya kembali ke Jakarta."

"Hah, emangnya kita ada dimana sekarang?"

"Bandung," jawab David singkat, kemudian menuntun Imelda untuk mengikuti langkahnya.

Keduanya keluar dari dalam bilik, Imelda kaget saat mendapati belasan manik mata tertuju padanya. Imelda beringsut mundur, berlindung di belakang punggung David.

"Veno! Cepat selesaikan urusan disini, gue sama Imelda nunggu di mobil" perintah David yang tak tahan dengan tatapan-tatapan warga sekitar yang nampak penasaran dengan kehadiran ia dan para bodyguardnya.

Veno mengangguk, lalu segera memberikan tas koper yang ditentengnya kepada sang pemilik rumah. Tak main-main, ternyata tas itu berisi tumpukan uang yang semuanya bergambar presiden Soekarno.

Run Away Imelda [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang