"Memilikimu bukan tujuanku, tapi menjadikanmu sebagai pendampingku adalah hasrat yang tak ingin ku tunda. Terbiasa menjalani hidup penuh dengan keburukan, hati ini rasanya seperti mati rasa, Imelda."
Tangan David menuntun jemari Imelda, menuju tempat dimana jantungnya berdetak. Semilir angin menyapa mereka dengan kelembutan mentari yang sebentar lagi akan berganti peran.
Deru ombak yang semakin syahdu memicu cemeti romansa, seolah kebahagiaan melingkupi dua insan yang tengah menyelami kedamaian ini.
"Maafkan aku yang sudah membuatmu menyesuaikan diri dengan lingkunganku, rasa sakitmu akan terbayar dengan kebahagiaan yang aku jamin tak akan pernah lagi menyakitimu."
Pria itu menarik nafas panjang, merangkum wajah Imelda dengan lembut. Getaran hati yang mulai berdesir aneh kian terasa tatkala David mendekatkan wajahnya perlahan.
Imelda tertegun tanpa bisa menghindar, namun dalam sekejap gadis itu berbicara yang lantas membuat David menghentikan aksinya.
"Maaf David, kita memang udah tunangan. Tapi kan kita belum nikah, jangan dulu ya—" tukas Imelda dengan menyipitkan mata, takut kalau-kalau David akan berbuat sesuatu kepadanya.
Hal tak terduga terpampang di depan Imelda, sosok pria yang tengah tersenyum lebar. Menampakkan deretan gigi yang tertata rapi, wajah David bersemu merah seolah menahan malu yang teramat sangat.
Imelda menggigit bibir bawahnya, sosok David yang selama ini terlihat seram di matanya kini berubah menjadi sosok yang menggemaskan.
"Heheh, maaf aku udah lancang mau cium kamu. Abisnya suasana disini ngedukung banget sih," elak David mencari topik lain.
Kakinya menendang-nendang pasir pantai, seolah hal itu bisa meredam rasa malu yang membumbung dalam dirinya.
"Dari sekian banyaknya rentetan kejadian yang menyiksaku, ada satu hal yang paling membuatku tersiksa." Imelda nampak gugup, sepertinya ia akan mengatakan sesuatu yang penting?
Bola mata gadis itu tak lagi menyelami keteduhan yang teramat nyaman, yang terpancar di pupil mata David. Imelda menatap nanar, sedangkan David menunggu dengan perasaan mencelos.
Pria itu mengangkat satu alisnya, membiarkan Imelda mengutarakan isi hatinya.
"Menyaksikanmu bersama perempuan lain ternyata lebih menyakitkan, ketimbang fisik yang dianiaya," lolos Imelda dengan mata hampir tak berkedip menatap dalam manik mata David. Seolah menghunus tepat ke relung terdalam jurang penyimpanan hati David.
David hanya bisa mematung, mereka saling diam dengan kebisuan mengenang masa-masa yang kini David sesali.
"Kesalahan terbesarku adalah meninggalkanmu, padahal sudah jelas kamu lah yang membawa dampak besar dalam hidupku," sesal David diiringi senyum penyesalan.
Tapi, senyum itu segera berganti dengan seringaian nakal. Logika David dengan lihainya berkelana, sampai-sampai berpikiran bahwa;
"Hei! Bukankah itu artinya kamu cemburu?!" telak David penuh semangat menggebu, seolah ia telah menemukan harta karun di bawah bebatuan terjal.
Pria itu tertawa senang, ia memainkan kedua alisnya agar Imelda menjawab pertanyaannya.
"Dasar psikopat gila! Udah nyakitin malah kesenengan! Tau ah!"
Imelda berlari lebih dekat ke bibir pantai, merasakan ketenangan yang menjalar ke setiap pembuluh darah di tubuhnya.
Ombak yang hilir mudik menjadi sasaran Imelda, gadis itu membiarkan kaki telanjangnya diterjang dengan lembut oleh ombak yang kian pasang.
Saking asiknya, ia lupa sedang berlari menghindari David.
"Maafin aku nggak?" lontar David tepat di telinga Imelda.
Belum sempat menghindar, pria berperawakan tinggi besar itu menangkup tubuh Imelda. Membawanya berputar dan masuk lebih dalam ke pantai dengan pasir putih yang terhampar megah.
"KYA! TURUNIN! DAVID!" histeris Imelda yang tentu saja tak digubris oleh David.
"Maafin dulu baru aku turunin."
Imelda memeluk erat leher David ketika hendak di ceburkan ke air laut.
"Katanya mau di turunin...," ejek David dengan tawa yang ditahan.
"Nggak mau! Nanti basah, aku males!" omel Imelda dengan tetap menempel di tubuh pria itu.
BYUR!
Mau bagaimana pun mustahil merubah sifat David, tetap saja ia adalah orang yang akan melakukan kebalikan dari yang diperintahkan kepadanya.
"Jahat ih!" rintih Imelda yang kini berselimut air laut, bahkan ia sampai menelannya karna belum siap dilempar oleh David.
Seolah belum cukup, David mengguyur wajah Imelda dengan air. Imelda yang tak terima balas mengguyur David, mereka berdua bermain air hingga matahari turun dari takhtanya.
Sekilas senyum lembut nan manis tersemat di bibir tipisnya. Selaras dengan takdir lebih mendamaikan, ketimbang melawan kehendak Tuhan.
Mau tidak mau yang namanya takdir tetaplah takdir, biarpun kita tak pernah menduganya sekalipun.
Kita sebagai pendosa layak untuk berjuang.
Tak selamanya menyakitkan, ada kalanya Tuhan bermurah hati memberikan kenikmatan.
Terpuruk pada belenggu yang kita anggap sebagai kenistaan, malah membuatmu akan terus berputar dalam siklus ini tanpa punya kesempatan untuk keluar.
Semakin kamu melawan, semakin kuat juga cengkraman Tuhan dalam merenggut milikmu yang paling berharga.
Lepaskan seluruh pikiran negatif yang bersarang di kepalamu, berdamailah dengan kenyataan.
Tersenyumlah...
•••
Thank you yang udah mau baca sampai part ini, love you all. Nggak kerasa juga ternyata cerita ini makan waktu 2 tahun setengah loh. Gila lama bener! Btw ini cerita pertamaku jadi bahasanya masih berantakan, aku harap ceritaku bisa tersampaikan ke kalian.
Terimakasih temenku Dewi Sintia, berkat dia yang selalu ngedukung aku dari awal cerita ini aku buat. Maafin yah, udah mau direpotin aku buat baca kalo ada salah pengetikan. Hehe! Tanpamu mungkin cerita ini bakal stuck ngga selesai.
Motivasi cerita ini tuh awalnya pas aku kelas xii, pas ada anak kelas X Tkr yang nolongin aku parkirin motor. Gila sih kalo inget kejadian itu, malu banget sumpah.
Trus David itu sosok yang hadir dipikiranku saat ngebaca cerita yang bertema mafia, kebayang ngga sih bikin sosok imaginasi yang bener-bener pengin banget di tulis dalam cerita!
Perjalananku, ah tidak! Perjalanan kita masih panjang! Yang awalnya suka baca, jadi punya keinginan menulis.
Ayo sama-sama sukses teman!
SAMPAI JUMPA DI LAIN CERITA YA!
KAMU SEDANG MEMBACA
Run Away Imelda [END]
Teen FictionCERITA LENGKAP FOLOW SEBELUM BACA YA TERIMA KASIH ____________________________ Kilas balik mengenai gadis berhijab yang terseret ke dalam jeratan takdir rumit, bersama dengan pria yang tengah berevolusi menjadi seorang mafia. Terombang-ambing di ten...
![Run Away Imelda [END]](https://img.wattpad.com/cover/207488742-64-k784218.jpg)