PART 11. TRAGEDI MEMILUKAN

1K 78 5
                                        

Kenyataannya,
Aku hanya mampu berkata maaf yang tak terucap.

-DAVID EL WIJAYA-

-DAVID EL WIJAYA-

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"BERHENTI!"

Dua orang dengan setelan serba hitam, tengah mengejar seorang pria berkemeja kotak-kotak.

Srak srakk

Derap langkah kaki saling mengejar, mereka berada di sebuah gang yang lengang. Si pria berbaju kotak-kotak itu tak menghiraukan suara yang memperingatinya untuk berhenti.

Dia malah mempercepat larinya, bahkan tak berani menengok ke belakang. Pandangannya lurus ke depan, hingga saat menyeberang jalan raya ia tak memperhatikan kondisi sekitar.

"Aaa!"

Teriak pria berbaju kotak-kotak itu lalu berhenti tepat di tengah jalan.

Dari arah selatan, ada sebuah mobil sedan yang pengemudinya berusaha mati-matian menghentikan mobilnya. Sang sopir tak pikir panjang, sebelum akhirnya dia lebih memilih membanting stang kemudinya ke kiri. Mobil itu menabrak pembatas jalan, kemudian menghantam pagar beton yang berdiri kokoh disana.

CKIT!

DUAR!

Mobil itu terpelanting kasar, sebelum akhirnya berhenti berputar dan mengeluarkan kepulan asap tebal.

Kedua sosok pria berpakaian serba hitam itu saling bertatap, mereka adalah David dan Veno.

Tak lama kemudian, keluarlah pria paruh baya yang membopong anaknya keluar dari mobil. Si pria itu berjalan dengan tertatih, dirinya jelas nampak kesakitan.

Lihatlah, pelipisnya saja mengeluarkan darah begitu banyak. Namun pria itu sepertinya mencoba untuk menolong anaknya terlebih dahulu, mengesampingkan rasa sakit yang dideritanya.

Setelah membawa anaknya menjauh dari mobil, pria itu meletakkan anaknya di atas trotoar. Pria itu seperti berbicara kepada anaknya sebentar, sebelum akhirnya kembali menuju mobil yang sudah ringsek. Entahlah, sepertinya ada seseorang lagi di dalam mobil.

Naas.

Sebelum pria itu keluar, mobil itu meledak.

DUARRRR!!!!
PYASSSSS!!!

Kobaran api yang langsung menggelegar, segera menghanguskan semua yang ada di dalam mobil.

David dan Veno meneguk ludah kasar, mereka memandang ngeri kejadian tadi.

Fokus mereka beralih ke anak yang tadi diselamatkan oleh ayahnya, nampaknya mereka seumuran. Anak itu berpakaian kebaya putih, yang sebagian besar kainnya berubah warna menjadi semerah darah.

Run Away Imelda [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang