PART 51. PUNISHMENT

471 19 0
                                        

Gavin menggeram marah saat melihat Imelda dan David sedang berpelukan di tengah-tengah halaman sekolah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Gavin menggeram marah saat melihat Imelda dan David sedang berpelukan di tengah-tengah halaman sekolah. Ia menyesal telah mengorbankan kakinya hanya untuk mendapatkan perhatian Imelda.

Sesaat setelah Gavin keluar kelas, ada sosok yang mengenakan setelan serba hitam bahkan mengenakan masker yang tiba-tiba saja menyerang Gavin dengan brutal. Gavin menguasai jalannya perkelahian, hingga ia bisa mengunci pergerakan si penyerang.

"Siapa orang yang nyuruh lo anjing!" maki Gavin dengan nafas yang masih terengah-engah, tenaganya terkuras hanya untuk berurusan dengan orang yang tengah ia pelintir dari belakang.

Si penyerang masih bungkam, Gavin berdecih tak suka. Saat menoleh ke arah kelas XII-IPS 1, dari kejauhan ia melihat David tengah menyeringai. Seketika ia paham siapa yang menyuruh bajingan di depannya ini.

Terlintas di pikirannya, ia akan memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapat perhatian dari Imelda. Ia mengancam bajingan itu untuk pergi, dan sebelum ia benar-benar pergi Gavin meminta bajingan itu untuk menendang kakinya.

"Anjir! Gue bilang jangan terlalu kenceng!" Gavin tak terima dengan tindakan si penyerang, ia mengambil kesempatan ini untuk menendangnya penuh tenaga.

Gavin pun tak menerimanya begitu saja, ia segera membalikkan serangannya dengan mendaratkan pukulan tepat di ulu hati si bajingan itu. Pria berkaos hitam itu akhirnya pergi terhuyung sambil memegangi dadanya yang terasa nyeri.

Gavin meludah, ternyata ia teledor membiarkan bajingan itu berulah. Ia baru sadar kalau ujung bibirnya robek, dan mengeluarkan darah segar.

Gavin berjalan dengan perlahan, tak bisa di pungkiri kakinya benar-benar sakit untuk berjalan. Dengan menyeret kakinya, ia mencoba meraih titik dimana Imelda dapat melihat dirinya.

"Ck! Bajingan sialan! Gue nggak bakalan biarin lo begitu aja! Lo harus terima konsekuensi yang bakal lo dapet setelah ini."

Tepat setelah berkata seperti itu, Gavin menoleh ke dalam kelasnya. Imelda sepertinya sedari tadi memperhatikan Gavin, hanya saja ia memalingkan wajah saat Gavin menoleh.

Disinilah Gavin menyaksikan drama yang menurutnya sangat menjengkelkan. Dimana David berjalan ke arah Imelda, kemudian mencondongkan tubuhnya ke bawah. Gavin membulatkan matanya, ia pikir dua orang itu sedang berciuman.

Saat David menegakkan tubuhnya kembali, sejenak David menatap ke arahnya berdiri. Ia tersenyum licik.

"Ck!"

Gavin yang tak terima angel nya di cium seperti itu, ia berniat untuk merebutnya dari genggaman David. Langkahnya yang pincang tak dihiraukan, ia hanya ingin menemui Imelda saat ini. Kejutan untuk Gavin saat berada di pintu kelas, Imelda menabrak tubuhnya cukup keras. Dengan cekatan, ia memegang lengan Imelda supaya tidak jatuh ke lantai.

Saat Imelda berbicara, Gavin selalu menatap ke bibir tipis Imelda. Apakah bibir itu Gavin sanggup memilikinya? Memikirkan hal itu membuat Gavin gila.

Run Away Imelda [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang