RUN AWAY IMELDA
Satu bulan sudah sejak kejadian penculikan itu berlalu, namun Imelda masih dihantui rasa ketakutan dan trauma berat akan penyiksaan yang dialaminya.
"Imelda..., cepatlah sembuh... Setelah ini aku mau mengajakmu kesuatu tempat. Disana akan ku ganti memori buruk itu dengan kenangan indah kita bersama... Aku mohon...," ucap David putus asa.
Pria itu menelungkupkan kepalanya diantara ceruk leher Imelda, David menangis sejadi-jadinya.
Gadis itu, Imelda melihatnya dengan pandangan kosong. Ia sendiri juga bingung dengan keadaannya. Imelda bahkan tak bisa mengontrol dirinya saat rasa takut menghampiri ketika malam tiba.
Bayang-bayang Bara yang seolah selalu saja ada di depan Imelda hendak menyiksanya, kadang melupakan bahwa keberadaannya hanyalah halusinasi belaka. Rasa takut yang terus mengutuknya, tak peduli jika David selalu menenangkannya seperti hari ini.
"Imelda, aku mohon jangan seperti ini..." David meremat kedua tangan Imelda, sifat iblis yang selalu melekat dalam dirinya sirna sudah. Kini kesedihan serta keputusasaan senantiasa melingkupi David dengan hebatnya.
Sebulan ini perasaan David terus berkecamuk, menyaksikan gadisnya yang harus menjalani terapi psikologis. Tak bisa dipungkiri, efek dari penculikan Imelda sangat buruk untuk mentalnya. Gadis itu selalu mengalami mimpi buruk, bahkan ketika bertemu David tubuhnya akan gemetar.
David selalu menjenguknya, memberikan obat ketenangan untuk Imelda. Dengan harapan gadis itu lekas sembuh dan kembali menjadi sosok Imelda yang David kenal.
Tapi kali ini, David merasakan firasat buruk. Ia sampai menangis seperti ini karna sudah putus asa melihat kondisi gadisnya yang makin hari makin kurus, pandangan kosong dan sering melamun saat diajak ngobrol.
••••
[RUMAH SAKIT MEDIKA SIAGA]
Imelda membuka matanya perlahan, kemilau putih ruangan ini begitu menyiksa netra coklatnya. Dengingan nyaring yang mengusik gendang telinganya, membuat pening dan sakit disekujur tubuhnya kembali terasa.
Tenggorokkannya terasa pahit, tangannya mencari-cari segelas air putih. Belum juga menemukan apa yang ia cari, ingatan mengenai penyiksaan yang dialaminya menyengat kepala.
"Argh!" teriaknya, Imelda mencengkram kencang kepalanya. Bahkan ia tak menghiraukan jika rambutnya akan terlepas dari kulit kepalanya.
Seseorang mencoba menenangkan Imelda, namun gadis itu tetap berontak dan menyakiti dirinya.
"Hentikan!" perintah seseorang yang sedari tadi duduk di samping bankar, pria itu meraih tangan Imelda dan menggenggamnya lembut.
Imelda terdiam, ia mencoba untuk mengambil nafas dan menyipitkan matanya yang sempat buram. "David!" racau Imelda saat mendapati David ada bersamanya.
David membawa Imelda ke dalam pelukannya, memberikan ketenangan dan rasa aman. "Kenapa nangis?" tanya David seraya mengangkat dagu Imelda, dilihatnya wajah yang sembab dengan hidung yang memerah itu.
"Aku akan pergi kemanapun kamu akan pergi, jangan tinggalin aku sendiri lagi...," serak Imelda dengan suara parau.
"Tenanglah, aku yang salah sejak awal karna udah ninggalin kamu gitu aja," ucap David lunak.
Seberkas sinar yang menerobos masuk mengingatkan kejadian-kejadian yang telah lalu di mata David. Kepalanya memutar adegan demi adegan penuh perjuangan demi menyelamatkan Imelda, dengan dada membusung David melepas pelukan Imelda dan menatap lekat netra coklat itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Run Away Imelda [END]
Genç KurguCERITA LENGKAP FOLOW SEBELUM BACA YA TERIMA KASIH ____________________________ Kilas balik mengenai gadis berhijab yang terseret ke dalam jeratan takdir rumit, bersama dengan pria yang tengah berevolusi menjadi seorang mafia. Terombang-ambing di ten...
![Run Away Imelda [END]](https://img.wattpad.com/cover/207488742-64-k784218.jpg)