CERITA LENGKAP
FOLOW SEBELUM BACA YA
TERIMA KASIH
____________________________
Kilas balik mengenai gadis berhijab yang terseret ke dalam jeratan takdir rumit, bersama dengan pria yang tengah berevolusi menjadi seorang mafia.
Terombang-ambing di ten...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sudah dua hari ini, Imelda berada di mansion David. Ia merasa sedikit tenang dan melupakan sejenak masalah yang sedang menimpanya.
Sikap David pun sudah mulai melunak, bahkan David memberi perhatian lebih kepada Imelda.
Mulai dari mengganti kain kompres Imelda berkali-kali, menyuapi Imelda saat sarapan, makan siang, makan malam. Bahkan David bersedia memapah Imelda, mengantarnya ke kamar mandi.
Hal ini membuat rasa takut yang ada pada diri Imelda, sedikit-demi sedikit berkurang.
Entah mengapa Imelda mulai percaya pada David, mungkin karena David membantu Imelda melewati masa-masa sulitnya kemarin.
Tok tok tok
"Imelda! Lo lagi ngapain di dalem! udah sejam lo di kamar mandi, kamu nggak berbuat nekat kan?"
Imelda yang tengah duduk di closet terhenyak dari lamunannya, saat mendengar teriakan David.
Imelda sudah sembuh sekarang, ia tak lagi merasa pusing dan tidak lagi secengeng kemarin.
Tapi.
Kenapa tiba-tiba rasa canggung ini muncul?Aku bingung menghadapi David sekarang! Gimana kalo David macam-macam sama aku?!Kenapa aku segitu gampangnya percaya sama David? Arrgggh bodoh! Bodoh!!
Imelda terus menggerutu dalam hati.
"Imelda, lo baik-baik aja kan?! Gue dobrak nih pintu kalo lo nggak keluar!"
Duhh gimana nihh?? keluar-nggak-keluar-nggak, ahh keluar aja deh nanti David marah lagi, aku nggak mau lihat sisi itu lagi.
Akhirnya Imelda memutuskan untuk keluar, meski rasa canggung kembali menyergahnya.
Ceklek
"...?"
"...?"
Keduanya sama-sama awkward, tidak ada yang mau memulai percakapan. David memegang bahu Imelda.
"Lo nggak papa kan?" tanya David, Imelda menunduk.
"Iya aku nggak apa-apa kok," jawab Imelda.
Aduhh David pake pegang bahu aku lagi, gimana nih aku jadi was was.