PART 84. DAVID FOUND IMELDA!

229 12 0
                                        

"Help always comes at the right time!"
_DAVID EL WIJAYA_
••••

Sepuluh menit berlalu, puluhan orang terkapar di lantai dengan luka yang bermacam-macam. Ada yang memar, patah tulang bahkan ada yang sampai bersimbah darah.

"Sial!" David mengumpat dan sesekali meludah, itu karena pasukan musuh yang terus berdatangan bak semut yang menemukan sumber makanan.

Sekuat dan sehebat apapun kemampuan beladiri David, jika musuh yang dihadapi sebanyak ini akan sangat susah mengalahkan mereka.

"Tuan, saya tidak bisa meyakinkan diri saya, maafkan saya!" teriak si junior di seberang David.

David yang sedang menghadapi musuh, menengok ke arah juniornya. Karena tepat setelah mengatakan itu, si junior ambruk dan langsung ditendang secara brutal oleh musuh.

"Bajingan!" teriak David, lalu menghajar salah satu musuh yang memegang tongkat bisbol.

David merebut tongkat bisbol itu dalam sekejap, musuh mulai was-was. David menghantamkan tongkat bisbol itu ke kerumunan musuh yang sedang menginjak-injak juniornya.

Seketika, mereka semua terpental oleh hantaman tongkat bisbol yang sangat kuat oleh David.

Hingga ia dapat melihat wajah sang junior yang sudah babak belur serta terbatuk mengeluarkan darah. Detik-detik sebelum junior itu menghembuskan nafas terakhir, ia sempat tersenyum ke arah David dengan tulus.

"Gue nggak bakal sia-siain kematian lo!" sumpah David, lalu ia dengan sekuat tenaga menghadapi musuh yang semakin banyak.

Kekalapan David dalam menghadapi musuh, menciptakan semangat baru untuk enam orang yang tersisa. Mereka juga marah dan sedih saat mengetahui rekannya tewas.

••••

BAK-BUK-BAK-BUK

Bunyi-bunyi yang tercipta membuat yang mendengarnya menjadi ngilu, pukulan tiada henti dan cipratan darah yang terus menerus menodai lantai.

Sepuluh menit kemudian pasukan darat datang, "TUAN BANTUAN DATANG!" sorak sang ketua tim di tengah kegaduhan.

Perkelahian terhenti sesaat, semua manik mata tertuju pada pintu utama.

GUBRAK!

Mobil lapis baja merobohkan tembok depan dan menyeruduk musuh yang tak sempat menghindar.

"Tuan maaf kami telat," lapor anak buah David dengan menunduk hormat.

"The help always comes at the right time. So fight them now!" puji David dan memerintahkan anak buahnya untuk melawan musuhnya sekarang.

DOR!

Pelatuk peringatan untuk menyerang telah dibunyikan. Pasukan darat menyerbu markas musuh, sekarang perlawanan menjadi imbang. David dan ke enam anggotanya sudah bisa bernafas lega.

[PERTAHANAN TERAKHIR: KEGELAPAN!]

"Cover me!" ucap David, seraya memberi kode kepada keenam anggota tadi untuk memisahkan diri dan pergi bersamanya.

Satu persatu dari mereka keluar dari arena perkelahian, lalu mengikuti kemana sang Tuan memberi arah.

David berjalan paling depan dengan mengendap-endap, namun ia sadar akan sesuatu. "Kamera cctv! Sial!" umpatnya saat menyadari sedari tadi gerak-geriknya tengah diawasi.

DOR-DOR-DOR-DOR.

David menembak setiap cctv dengan pistol kesayangannya, detik itu pula bunyi sirine menggema dengan sangat kencang. Seketika Lorong yang panjang dan minim pencahayaan ini, berubah menjadi gelap gulita.

Pasukan musuh mulai menempatkan diri, mereka bersembunyi di balik kegelapan dan melawan di antara bayang-bayang.

Brak!

Satu orang yang berada paling belakang ambruk tanpa sebab, disusul orang yang ada di samping David. Hal ini tentu saja membuat David kesal bukan main.

Perhatian David kini fokus pada sebuah lilin yang berada di dekat pilar besar. Jika dilihat dengan seksama, nyala api lilin itu akan bergerak saat ada orang yang berjalan atau berlari di sekitarnya.

"Kena! Gue tau dimana lo berada!" yakin David saat mengetahui keberadaan musuh.

Ia memasukkan pistol ke saku jasnya, lalu dalam sekejap ia menghantamkan tongkat bisbol yang ia bawa tepat di kepala musuh.

"ARGH!" rintih kesakitan musuh.

David meliuk-liukkan tubuhnya dengan cepat untuk menghindar dari musuh yang masih saja tak terlihat.

Ia harus dalam keadaan tenang, agar David dapat merasakan keberadaan musuh.

Dalam kelengahannya, tiba-tiba semua anggota timnya ambruk begitu saja. David mulai tersulut emosinya, ia menyipitkan mata agar dapat memisahkan mana yang hanya bayangan dan mana yang musuh sebenarnya.

'Sial! Segelap apapun tempat ini, gue bakal tau dimana musuh berada kalau gue tutup mata!' pikir David.

Baru setelah memejamkan mata, ia dapat merasakan dimana musuhnya berada. Lewat derap kaki musuh, atau hanya dengan hembusan nafas musuh!

'KIRI!' BUK!

'KIRI!' BUK!

'DEPAN!' BAK!BUK!

Naluri membunuhnya tak pernah salah, pukulan dari tongkat bisbol itu selalu mengenai tubuh seseorang.

Hingga saat ia membuka mata, banyak orang yang memakai jubah hitam terkapar di lantai dengan bersimbah darah.

"Imelda! Bertahanlah!" gumam David, lalu segera berjalan menyusuri lorong.

David menjumpai ruangan putih, ia masuk ke dalamnya. Begitu melihat bercak darah di dinding dan di lantai, perasaan David mulai berkecamuk.

"Bara! Dimana lo sembunyiin Imelda hah! Dasar bajingan! Gue nggak bakal biarin lo hidup dengan tenang setelah ini! Pergilah sejauh mungkin! Kalo sampe gue ketemu lo, maka hari itu juga lo mati!" amuk David dan mengancam Bara dengan berdiri di depan cctv ruangan itu.

David keluar dari ruangan putih, dan melanjutkan pencariannya. Tongkat bisbol di tangannya sudah berubah merah, bahkan darah segar masih menetes-netes tak beraturan.

Pria itu melihat ke kanan dan ke kiri, ia berharap segera menemukan dimana gadisnya.

Setelah berada di ujung lorong, David mencurigai tangga yang menuju ke bawah. Ia menyusurinya dengan wasada, begitu sampai ia terkejut dengan apa yang dilihatnya.

"Imelda!" panggil David dengan suara serak, ia tak menyangka akan menemukan Imelda dengan kondisi seperti itu!

Hal yang membuatnya tak percaya lagi adalah Gavin yang sepertinya sedang sekarat?!

David mengepalkan tangannya erat, hingga otot-otot tangannya terceplak. Rahangnya mengeras dan kali ini emosinya tak bisa dibendung lagi!

••••
To be continued
RUN AWAY IMELDA
Jepara, 17 April 2021
Sahur nggak? Sahur nggak?

Sahur lah masa enggak!
Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan...
_dari otor RUN AWAY IMELDA

Run Away Imelda [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang