PART 54. KENYATAAN PAHIT

333 14 1
                                        

"Dasar nggak becus!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Dasar nggak becus!"

"Maaf..."

"Maaf maaf! Kalian punya otak nggak sih! Cari info gitu aja nggak bisa! Dasar payah!"

"Sudahlah Vin, mereka udah berusaha semaksimal mungkin," ucap pria di sampingnya berusaha menenangkan.

Gavin marah saat bawahannya tidak bisa mencari informasi tentang Imelda, gadis yang baru dikenalnya tadi siang.

"Pergi!" usir Gavin pada bawahan yang sejak tadi ia bentak, orang itu pun langsung keluar dari ruangan Gavin.

"Gue pikir kayaknya ada yang sengaja nutup informasi tentang gadis yang lo ceritain itu..." terka Ben, yang merupakan orang kepercayaan sekaligus sahabat Gavin sedari kecil.

"Lo pikir dia itu orang penting apa?!" Gavin nyolot, ia masih tak terima jika apa yang ia inginkan tak terwujud.

"Coba lo inget-inget lagi. Dia punya hubungan sama siapa aja, mungkin dia dari keluarga yang terhormat. Jadi informasinya dirahasiakan gitu..." Ben menjelaskan panjang lebar, Gavin mengerutkan keningnya mencerna apa yang diucapkan Ben barusan.

"Ah kalau itu gue tau sekarang! David! David El Wijaya!" guman Gavin seraya meremas kuat dokumen yang ada di tangannya.

"Bangsat jadi dia udah jadi milik lo hah!"
Gavin menggeram marah, lagi-lagi ia merasa kalah saing dengan David.

Pertama, ayahnya. Aditama yang dengan bangga menyebut nama David di setiap pertemuan mereka. Alhasil hubungan ayah dan anak itu seringkali berakhir dengan pergulatan dan percekcokan.

Kedua, Imelda. Gadis yang bisa memasuki hatinya dalam waktu sehari itu ternyata sudah di klaim oleh David.

"Sial! Lo dapetin apa yang lo mau dengan mudah! Sedangkan gue?! Gue harus susah payah buat  dapet apa yang gue pengin!"

Gavin benar-benar tersulut emosinya, rasa iri pada apa yang David miliki sangat mengusiknya.

Sementara, Ben hanya diam memperhatikan sahabatnya dengan prihatin. Nasibnya kurang beruntung, ia pikir Gavin akan bahagia terlahir di tengah keluarga yang kaya raya dan berkedudukan. Nyatanya hal itu sama sekali tak menjamin bahwa Gavin akan hidup bahagia.

Ben bersyukur dalam hati, walaupun ia hidup sederhana namun kebahagiaan senantiasa menghampiri keluarganya.

•••
[JAYATAMA HIGHSCHOOL]

Gavin menatap lamat-lamat gadis di sampingnya yang tengah menulis di buku tulisnya. Pandangannya menerawang, 'sebenarnya ada hubungan apa mereka berdua?' benak Gavin menerka.

Imelda yang merasa sedang diperhatikan pun menoleh, pandangannya bertemu dengan manik mata Gavin.

'Ada apa?'  tanya Imelda dalam hati.

Run Away Imelda [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang