PART 58. TEROR

283 19 0
                                        

Imelda mengikuti pelajaran dengan gelisah, pikirannya kalut

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Imelda mengikuti pelajaran dengan gelisah, pikirannya kalut. Padahal tidak terjadi apa-apa setidaknya sampai sekarang.

Hari sudah siang, siswa siswi ramai memenuhi koridor sekolah. Jam pelajaran sudah berakhir 10 menit yang lalu.

Karena takut terjadi sesuatu di jalan, Imelda memutuskan untuk menebeng pulang dengan Sandra. Beruntung rumah Sandra searah dengannya.

"San, makasih ya," ucap Imelda pada Sandra.

"Iya Imelda, lain kali kita pulangnya bareng aja, lagian kita searah ini," jawab Sandra dengan tulus.

Pak supir mengikuti petunjuk Imelda untuk sampai di Sky Garden Apartment. Sandra berdecak kagum saat mengetahui dimana Imelda tinggal. Apartemen ini hanya dihuni oleh orang-orang elit.

"Kamu tinggal disini?" tanya Sandra memastikan.

"Iya San, jangan kasih tau siapapun aku tinggal disini ya San...," ujar Imelda memohon.

"Ohh okeh, aman. Kamu tenang aja," Sandra tersenyum lebar.

"Makasih San, aku masuk dulu ya...," Imelda pamit setelah turun dari mobil.

"Iya Imelda, dadahhh..." Sandra melambai dari dalam mobil.

Imelda terkekeh, setelah mobil Sandra menghilang ditelan tikungan jalan. Barulah Imelda melangkahkan kakinya masuk ke dalam apartemen.

Saat sampai di depan pintu, Imelda dikejutkan dengan adanya kertas yang terselip di lantai. Karena penasaran, Imelda mengambilnya. Seketika Imelda menegang.

GUE BAKAL GAMBIL APA YANG UDAH MENJADI MILIK GUE!

Itulah bunyi pesan tertulis, di kertas yang tengah Imelda pegang. Imelda gemetar, firasatnya semakin jelas.

Imelda mencari-cari orang yang mengirim kertas ini, namun tak ada siapapun disana. Kecuali seorang cleaning service yang tengah mengepel lantai.

"Permisi, Pak," panggil Imelda pada cleaning service itu.

"Iya, ada yang bisa saya bantu Nona?"

"Begini pak, apa Bapak tau orang yang menaruh kertas ini di depan kamar nomer 22?" Imelda menunjuk kamar apartemen David.

Pria paruh baya itu mengingat-ingat sebentar, lalu berkata.

"Ah iya saya ingat, dia anaknya ramah banget Non," jawab pria itu antusias.

"Benarkah pak? Ciri-cirinya seperti apa?" tanya Imelda ingin tahu lebih detail.

"Ciri cirinya, hmm tinggi, badannya besar, kulitnya putih, dia pakai sweater hitam Non, Saya pikir temennya Nona malah."

Imelda sekali lagi menegang, ia tidak pernah memberitahu siapapun dimana ia tinggal. Kecuali Sandra.

"Oh gitu pak, yaudah makasih ya Pak," ujar Imelda berterimakasih.

Run Away Imelda [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang