PART 48. GAVINATA ADITAMA

278 24 2
                                        

"Siska, kenapa kamu duduk disitu?" tanya bu Fatma tegas

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Siska, kenapa kamu duduk disitu?" tanya bu Fatma tegas.

Siska melirik bangku di pojok, yang seharusnya menjadi tempat duduknya. Pandangannya bertemu dengan pria yang menatap datar ke arahnya, lalu kembali menatap bu Fatma.

"Bu saya bosan duduk terus sama kakak saya, masa di rumah ketemu disini juga ketemu si bu..." Siska merengek, padahal alasan utamanya adalah ia ingin duduk bersama dengan David.

"Yaudah ibu maklumin, sekarang kamu duduk di sana ya," perintah bu Fatma pada Imelda menyuruhnya duduk di kursi kosong itu, Imelda mengangguk.

Langkahnya memberat, saat semua penghuni kelas menatapnya horor. Wajah-wajah yang menampilkan mimik muka memperingati.

'Ada apa?' tanya Imelda dalam hati.

Selepas sampai di depan meja si pria yang wajahnya terluka, Imelda bingung. Apakah ia menyapa? Atau memintanya untuk memberi jalan. Pria itu nampak paham, ia menyampingkan tubuhnya, memberi akses Imelda untuk duduk di kursi dekat dengan jendela.

'Huft sukur peka.'

Imelda mulai tak tenang, saat indra penglihatannya menangkap sosok David yang tengah menatapnya tajam. Hanya beberapa detik saja kedua pasang mata itu saling tatap, karena bu Fatma memperingati David supaya memperhatikannya.

Pria di samping Imelda menaruh curiga pada dua murid pindahan itu, hingga ia kehilangan fokusnya untuk belajar.

'Ada hubungan apa mereka berdua hmm...
Gue harus cari tau nanti...'

Pria itu menelungkupkan kepalanya di atas meja, apalagi kalau bukan tidur. Imelda yang duduk di sebelahnya heran, 'kenapa Bu Fatma tak memarahinya? David aja dimarahi....' Pertanyaan itu terus terngiang di kepala Imelda. Ia pun sama, tidak bisa fokus saat pelajaran berlangsung.

2 jam kegiatan belajar mengajar telah terlaksana. Bersamaan dengan hal ini, bel istirahat kedua juga berbunyi. Bu Fatma mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan semringah, mulutnya sudah berbusa sedari tadi.

Begitu Bu Fatma keluar dari kelas, Imelda langsung menjadi pusat perhatian. Dan seorang Siswi yang duduk di depannya berbisik padanya.

"Hati-hati!"

"Kenapa?" tanya Imelda dengan suara lebih pelan. Siswi itu menunjuk Pria yang tengah tertidur itu menggunakan dagunya. Imelda mengangguk, ia paham apa yang dimaksud siswi itu. Pria di sampingnya ini termasuk dalam zona berbahaya baginya, benar kata siswi itu Imelda harus  berhati-hati.

Siska berjalan ke meja yang di duduki Imelda dengan angkuhnya.

"LO NGGAK USAH MODUSIN KAKAK GUE! DAN JUGA! LO HARUS JAUHIN DAVID MULAI SEKARANG!" bentak Siska tanpa basa basi.

Imelda tertegun, 'kakak?'

'Jadi pria ini kakaknya Siska? Fiks aku nyesel udah ngobatin dia, aku pasti bakal dapet masalah lebih besar kalo aku tetap berhubungan sama dia. Lalu... menjauhi David di sekolah adalah tujuanku.'

Run Away Imelda [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang