CERITA LENGKAP
FOLOW SEBELUM BACA YA
TERIMA KASIH
____________________________
Kilas balik mengenai gadis berhijab yang terseret ke dalam jeratan takdir rumit, bersama dengan pria yang tengah berevolusi menjadi seorang mafia.
Terombang-ambing di ten...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"IMELDA!" teriak David, saat melihat gadisnya terduduk di lantai.
Wajahnya pucat, matanya bengkak, hidungnya memerah, kerudungnya acak-acakan, sungguh terlihat sangat berantakan.
David langsung menerjang Imelda dan merengkuhnya dalam sekali sentakan. Imelda membalas pelukan David, ia meremas kaos David bagian belakang.
Dapat David rasakan, bajunya mulai basah oleh air mata Imelda. Tubuh ringkihnya bergetar hebat, David mengeratkan pelukannya.
"Sstt tidak apa-apa Imelda, kamu aman. Ada gue disini, tenanglah...."
David mengelus kepala Imelda, sembari membisikkan kata-kata penyemangat untuknya. Ia tersenyum getir, gadisnya terluka saat mereka tak bersama.
"Bilang ke gue, siapa yang bikin lo kayak gini?" tanya David dengan suara yang lembut.
Namun Imelda tak menjawab, ia justru menangis dalam diam. Rasa takut yang menjalar sampai ke ubun-ubun, terasa seperti membunuhnya secara perlahan.
"Gue bakal jagain lo dengan baik setelah ini...." David mencium kepala Imelda, ia mencoba memberikan sebuah ketenangan untuknya.
"Gue bakal—"
"David...," potong Imelda, posisinya masih dalam pelukan David.
"Jangan tinggalin aku... aku takut..." Imelda merintih, ia benar-benar ketakutan.
"Nggak! Nggak bakal pernah!" jawab David mantap.
David melepas pelukannya, kemudian menangkup wajah Imelda. Ia menyeka air mata yang masih menetes dengan derasnya. Gadisnya kacau.
"Maaf," ucap David dengan nada yang sendu, Imelda hanya bisa mengangguk lalu menunduk.
David membantu Imelda untuk bangun, kemudian memapahnya sampai duduk di sofa.
David masih setia mengawasi wajah Imelda yang pucat, terlihat dengan jelas rasa ketakutan yang amat sangat.
Seperti saat dulu ia mendapati Imelda terduduk di bilik warga desa dengan cemas, lalu berhamburan memeluknya dengan erat. David teringat tragedi penculikan yang membuat gadisnya trauma sampai sekarang.
"Gue bakal cari pelakunya sampai dapat, Imelda tenanglah...," tegas David, seraya memeluk Imelda dari samping.
David mengarahkan kepala Imelda agar bersandar pada bahunya yang kokoh, Imelda menurut.
Menit demi menit terlewati, nampaknya Imelda tertidur dengan lelap. Dengan berhati-hati, David meletakkan kepala Imelda ke ujung sofa. David bangkit lalu meluruskan kaki Imelda, agar gadisnya mendapat posisi ternyaman.
David mengambil selimut dari kamarnya, lalu menyelimuti Imelda sampai ke leher. Jemari yang penuh otot itu mengusap pipi Imelda dengan hangat.
"Gue nggak bakal lepasin orang yang udah bikin lo kayak gini!" gumam David.