CERITA LENGKAP
FOLOW SEBELUM BACA YA
TERIMA KASIH
____________________________
Kilas balik mengenai gadis berhijab yang terseret ke dalam jeratan takdir rumit, bersama dengan pria yang tengah berevolusi menjadi seorang mafia.
Terombang-ambing di ten...
Jika takdirku dan takdirmu bersinggungan, bolehkah aku meminta sesuatu? Jauhkan saja aku darimu! -IMELDA ALAYA-
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Imelda!"
"Bara!"
Keduanya terbelalak, terlebih lagi Imelda. Ia tak menyangka Bara akan datang ke mansion David.
"Gue... disuruh David buat jemput lo," ucap Bara meyakinkan.
"Hah, emangnya David kemana?"
"Dia udah nunggu kita di luar, yuk cepet nanti David marah."
Pengakuan Bara membuat Imelda kebingungan, kenapa David tidak langsung mengajaknya saja. Dan kenapa Bara bisa ada di sini, apa yang sebenarnya terjadi?
"Kok bengong si! Cepet, sebelum David marah beneran! Nanti aku yang dipukulin, lo mau?"
Bara menarik tangan Imelda erat, dan segera membawanya keluar dari kamar David.
"Ehh," pekik Imelda, ia menatap tangannya yang digenggam oleh Bara.
'Aneh, kenapa Bara menyuruhku cepat-cepat? Perasaanku jadi nggak enak!'
•••
Disisi lain, David tengah terkapar di lantai. Ia tak mampu untuk berdiri, badannya penuh dengan lebam yang sudah membiru. Pukulan dari ayahnya sangat menyakitkan. Walaupun usia Wijaya sudah 2 kali lebih umur David, nyatanya hal itu tidak mengurangi kefasihannya ketika berkelahi.
Dalam kesakitannya, David mendengar derap langkah dari arah tangga. Sayangnya David tidak bisa bangkit, bahkan mengangkat kepalanya saja ia tak mampu.
"Kenapa berhenti!"
Bara menengok ke arah Imelda, Bara menyadari Imelda sudah mulai curiga.
"David mana?" tanya Imelda sedikit takut.
"Dia udah nunggu di mobil!" jawab Bara dingin.
Lalu kembali menyeret Imelda agar mengikuti langkahnya. Imelda mulai cemas, apalagi saat ia terseok-seok mengimbangi langkah Bara yang lebar.
"Bara lepas!"
Imelda berhenti di depan pintu utama mansion, ia tak bisa mempercayai Bara sepenuhnya.
"Sutt!" Bara meletakkan jari telunjuknya tepat di bibir Imelda.
"Nggak usah khawatir Imelda, David udah di mobil, itu mobilnya," tukas Bara setenang mungkin dan menunjuk sebuah mobil yang terparkir di depan mansion.
Bara menengok ke arah belakang Imelda, dimana David berada. Posisi David yang tertutupi sofa, membuat Imelda tak menyadari keberadaannya.
David hendak bersuara, berusaha memanggil Imelda. Namun, suaranya tercekat di tenggorokan. Keadaannya masih mengenaskan, sudut bibirnya robek, serta mata yang begitu berat untuk dibuka.