Shasya dan Veno jalan beriringan setelah mengambil absen di kantor. Keduanya merasa ada sesuatu yang janggal, seperti perginya mereka dari kolam renang adalah tindakan yang salah.
Veno tiba-tiba menghentikan langkahnya, ia menatap Shasya lekat-lekat. Sementara Shasya sudah merasa tak enak sejak tadi.
"Sya, tadi siapa yang nyuruh lo ambil absen?" tanya Veno, Shasya mendongak.
"Hah, itu, Ardi yang suruh," jawab Shasya gugup.
"Apa!" Veno mendelik.
"Kenapa lo mau?! Dia njebak kita! Cepet ke kolam renang!" Perintah Veno dengan nada tinggi.
Veno sudah mengambil ancang-ancang untuk berlari, tapi Shasya masih diam mematung di tempat.
"Cepet! Nggak ada waktu!" teriak Veno, lalu meraih tangan Shasya.
"Hah."
Shasya seperti dibangunkan dari lamunannya, saat tiba-tiba Veno menarik tangannya kencang.
'Hah, dasar bodoh! Kenapa aku ninggalin Imelda sendirian di kolam renang!'
Shasya dan Veno berlarian di koridor sekolah, banyak pasang mata yang menatap mereka dengan pandangan terheran-heran. Pasalnya mereka masih mengenakan baju renang.
Butuh waktu sekitar lima menit untuk sampai di kolam renang. Saat menuruni tangga di lantai dua menuju lantai satu, sayup-sayup terdengar keriuhan.
"Sya kita harus bergegas!" ucap Veno, saat Shasya berhenti berlari. Tetap saja, walaupun Veno berusaha menuntun Shasya tetap berlari, energi laki-laki dan wanita berbeda.
"Kamu... Duluan... Aja... Aku nggak kuat..." jawab Shasya terengah-engah.
"Kamu tunggu di sini! Jangan kemana-mana!" tegas Veno, Shasya mengangguk lalu duduk sambil mengontrol nafasnya yang masih tersengal-sengal.
Sebelum Veno pergi, ia sempatkan untuk mengelus kepala Shasya. Seolah meyakinkan Shasya agar tetap tenang meski tanpa dirinya.
•••
Sesampainya di kolam renang, Veno menyisir setiap sudut. Namun matanya tak menemukan gadis dengan pakaian renang panjang, Veno semakin curiga.
Perhatiannya kini tertuju pada kerumunan murid, yang sedang menonton seseorang di dalam kolam renang.
Dengan langkah terburu-buru Veno masuk ke dalam kerumunan, menerobos melalui celah-celah yang masih bisa dilewati. Bahkan Veno sampai menyenggol dan mendorong orang yang menghalangi jalannya.
Saat sudah berada di bibir kolam, Veno melotot. Didapatinya Imelda bersama dengan Ardi di dalam kolam renang.
Imelda tidak bisa berenang.
Namun dengan tak berdosanya, Ardi mengangkat tubuh Imelda ke permukaan untuk menghirup oksigen, lalu ia lepaskan lagi pegangannya. Hingga Imelda nyaris tenggelam di dasar kolam.
Imelda tampak menelan air begitu banyak, bahkan dapat Veno lihat Imelda kelemasan. Kejadian itu tak hanya sekali, melainkan berulang. Ardi sungguh kejam kali ini, salah-salah Imelda bisa kehilangan nyawanya.
"Anjir gue bunuh lo!" teriak Veno menggema, semua perhatian tertuju padanya.
Byurr
Veno melompat ke dalam kolam, ia berenang mendekati Ardi yang tengah tersenyum licik.
Bugh!
Satu tinjuan penuh tenaga melayang tepat ke rahang Ardi, Veno kalap. Ia kembali memukulnya sampai darah segar keluar dari hidungnya, menetes kemudian berbaur dengan air kolam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Run Away Imelda [END]
Novela JuvenilCERITA LENGKAP FOLOW SEBELUM BACA YA TERIMA KASIH ____________________________ Kilas balik mengenai gadis berhijab yang terseret ke dalam jeratan takdir rumit, bersama dengan pria yang tengah berevolusi menjadi seorang mafia. Terombang-ambing di ten...
![Run Away Imelda [END]](https://img.wattpad.com/cover/207488742-64-k784218.jpg)