suara dari mesin pesawat terdengar sangat bising,di dalam bandara bunda,ayah alvin dan mama,papa alena menungu dengan perasaan senang.kedua anak mereka akan pulang dari luar negri.
enam tahun terakhir alvin dan alena memilih tinggal di luar negeri sembari menuntut ilmu."gak sabar ketemu!!!"ucap bunda dengan girang.
"mama."teriakan dari jauh terdengar di telinga mereka berempat.bukanya berjalan mendekat,ke empat orang dewasa itu berdiri dengan linglung."aku udah sehat."ucap alena dengan senyum yang mengembang.tanganya di buat mengelus perut.mama dan bunda langsung memeluk alena dengan haru.
"jangan nangis dong,udah jadi nenek nih."
alena membiarkan mama dan mertuanya menangis di bahunya."kamu gak kangen sama ayah??"tanya ayah alvin.
alvin meliril sebentar."gak."ayahnya mengendus kesal.namun tak ayal ia langsung memeluk putranya itu.
"udah berapa bulan?"tanya mama pada alena,mengusap air mata yang keluar sebelum riasanya terkena air matanya dan terhapus."tiga."jawab alena dengan antusias."tiga udah segede ini?!"
"yang bener kamu!"
"bener ma,tiga bulan.tapi isinya tiga."alena mengecilkan suaranya.alvin mengalihkan pandanganya karna malu."yang penting kamu sehat."ucap ayah dengan senyuman, alena kembali tersenyum.
"sebelum wisuda belum kelihatan."bibir alena masih saja terangkat membentuk senyuman yang manis."ayo pulang."
alena berjalan di samping papanya,tangan kanannya di gandeng sang papa,dan tangan kirinya kosong.saat alvin sedang fokus menyeret koper ayahnya berlari kecil ke arah alena dan mengandeng tangan kiri menantunya.
"alvin sama mama aja."dan akhirnya alvin di gandeng dua wanita yang akan mempunyai cucu ini.
mobil yang mereka kendarai sampai di depan rumah alvin,papa alena membantu alena turun dengan memegangi tangan anaknya."di jaga baik-baik ya?"pinta papa alena sambil menuntun anaknya berjalan masuk.
"iya,pa."
alena berhenti sebentar menunggu papanya membukakan pintu. "assalamualaikum."
orang yang berada di dalam menyambut dengan gembira."mama!!!!!!"alda dan aldo berlari ke arah alena dan memeluk kaki alena."aduh,anak mama udah pada besar."
alena menumpukan lurutnya pada lantai lalu memeluk kembar.
"mama!!alda,cudah masyuk tk."ucap alda dengan gembira."iya?"alda menganggguk dengan cepat."aldo juga cudah masyuk tk." balas aldo yang tak mau kalah.
"kembar,udah pinter ya."baru akan memeluk kembar,alvin langsung menghalangi dengan mengendong kembar ke atas."ayo."tangan kiri alvin membantu alena berdiri.
"peyut mama besal."alda merentangkan tangan ke atas membentuk o besar."ada dedek bayinya di dalam."balas alvin sambil berbisisk.
"unya unda,uga besal."perkataan cadel kembar membuat alvin sedikit tertawa.
"bisa ketawa juga lo bang."ledek dean.
"assalamualaikum,budhe."alena sedikit membungkuk dan bersalaman. "waalaikumsaalam,udah isi aja."ucap budhr ning dengan kaget dan bercanda."iya budhe."
alena duduk di sofa setelah menyalami semua angota keluarganya."berapa bulan len?"tanya mbak izza sambil mengelus perut alena,"tiga mbak."
"segede ini baru tiga bulan?!"suara mbak izza membesar."kecilin mbak suaranya kembar kaget itu."
"unda tenapa teliak?"tanya alda dengan air mata yang akan segera jatuh.aldo langsung menjerit dan menangis.
"maaf sayang."kembar langsung di ambil alvin sebelum semakin menjadi-jadi.
"padahal punya mbak enam bulan aja kecil segini,gak segede pas hamil alda sama aldo."
KAMU SEDANG MEMBACA
Al[Alvin+Alena] END
Teen Fiction(part masih lengkap) Warning!!! Banyak kata-kata kasar!!!!! masih revisi ketika cewek bandel sama cowok nyebelin tapi dingin dititipin bayi "abang makan apa?" "Pap pa." "Kok papa?!"kesalnya. Sementara bayi itu sang bayi malah mengemut kepalan tanga...
![Al[Alvin+Alena] END](https://img.wattpad.com/cover/242221431-64-k5120.jpg)