Pernah satu waktu kau lawan
Kata-kata tanpa logika
Pernah satu masa kau memberontak
Kepala tanpa ketenangan
Dua langkah berlawanan arah
Dua mata beradu pandang
Dua hati menolak karsa
Dua pikiran yang tak lagi sama
Di dalam dadanya ada yang gersang
Di dalam batinnya ada yang bergulat
Di dalam resahnya ada yang pengap
Di dalam jantungnya ada yang rusak
Perpecahan yang tak bisa dicerna
Kelirunya menjadi asap pertengkaran
Pertikaian yang tak bisa dielak
Kenangannya menjadi udara hampa
Kebencianmu mengokohkan
Aku masih terus mencari
Kemarahanmu meledak
Aku masih ingin berbicara
Pada akhirnya kau tolak aku ke jurang maut
Bersamaan dengan dendam yang kau jatuhkan entah keberapa kali
Aku tak pernah mengerti apa maumu
Aku tetap aku yang lemah, tak bisa melawan
Kesakitanku sengaja tak kugubris
Tujuanku hanya kita yang dulu
Mengapa kau tak kunjung lelah dengan kedatanganku?
Memaafkanku saja sepertinya adalah hal yang terberat bagimu
Cobalah kau buka mata atas pengorbananku
Selayaknya filosofi daun yang tak pernah membenci angin
Tidak sepatutnya waktu itu kita meributkan di mana kebahagiaan akan diletakkan
Hingga sekarang ruang impian berantakan
Cobalah kau baca lembaran buku harianku
Atas bab yang selalu aku baca adalah tentangmu
Sebab tintaku sudah hapal namamu
Jemariku senantiasa berbincang dengan sajak-sajak rindu
Perlu aku mengerti ladangmu sudah kering dari bisikan doa
Kepercayaanmu menggenang dalam lubang tanpa alasan yang jelas
Apa peranku di bawah gelap gulita emosimu
Bukankah kita sempat menyepakati berjalan di sisi yang terang?
Pernah satu masa aku lawan
Lembutnya kata senjata utama
Pernah satu masa aku berusaha
Ditelan pahit yang nyata
Satu irama langkah yang sudah lelah
Satu pasang mata meredup menjadi penat
Satu hati yang akhirnya sudah mengerti
Satu pikiran yang membawaku ingin pergi
Benteng pengharapanku sirna sudah tatkala senja terbenam tanpa kata
Begitu mustahil mencapai sempurna
Tak ada yang bisa kugadaikan untuk laramu yang sekarat
Binasa cinta terhempas remuk redam
Oleh derita yang terus menjarah hamba
Upaya yang patah
Derita telah mati tak bernyawa
Sampai jumpa
Akan kucari kebahagiaan pada pinggiran samudra
Senin, 14 Jan 2019, Riau
18:57
KAMU SEDANG MEMBACA
Renjana
RomanceHighest rank #1 in Quotes 18/01/2019 "Karena sajak tidak akan pernah berbohong. Sajak adalah suara hati dari penulisnya, dan mungkin kita sedang mengalami hal yang sama."
