Mungkin pesonaku tak sebinar bintang-bintang di langit malam
Sentuhanku tak selembut kapas
Tapi aksaraku mampu menyentuhmu selembut kapas
Cintaku tak seluas cakrawala
Pengorbananku masih belum apa-apa
Namun ketahuilah
Dengarlah hatiku yang ingin berbicara
Siapa yang senantiasa membanggakan-banggakanmu
Senantiasa mengutamakanmu dari semua kepentingan kecuali Tuhanku
Adalah aku
Siapa yang senantiasa bersuara demi kamu
Senantiasa ingin memadamkan api kemarahan di lubuk hatimu
Adalah aku
Siapa yang senantiasa ingin menepis jarak
Tapi semakin aku mencoba
Kamu semakin membuat jarak yang bertambah jauh terasa
Adalah aku
Aku kira kamu adalah tempatku bernaung dari badai
Tempatku menemukan damai
Lalu mengapa pada akhirnya yang justru kutemukan pada dirimu
Hanyalah abai?
Aku kira kau adalah tempatku berpulang
Terlepas dari lelahnya perjalanan masa lalu yang tak kunjung menghilang
Lalu mengapa rasa lelah itu kau buat kian menjulang?
KAMU SEDANG MEMBACA
Renjana
RomanceHighest rank #1 in Quotes 18/01/2019 "Karena sajak tidak akan pernah berbohong. Sajak adalah suara hati dari penulisnya, dan mungkin kita sedang mengalami hal yang sama."
