Teduhnya matamu mengusik khayalanku
Saat menatapku, aku tahu
Semua tak seindah dulu, menjauh
Menghantarkanku ke lamunan
Berpegangan tangan bersama
Semua seolah dekat menyapa
Mustahil terulang kembali
Hanya mampu meratap diri
Tanpa sadar menetes air mata
Derasnya bagai rinai hujan
Aku tahu, semua sebab egoisku
Kau menjauh
Hanyut dalam buai kenangan
Ciuman pernah kuberikan
Semua seolah nyata adanya
Sayang, di mana kau berada?
Maafkanlah aku bersalah
Lihat aku menunggu wahai, kasih
Kuyakini kau 'kan kembali
KAMU SEDANG MEMBACA
Renjana
RomansaHighest rank #1 in Quotes 18/01/2019 "Karena sajak tidak akan pernah berbohong. Sajak adalah suara hati dari penulisnya, dan mungkin kita sedang mengalami hal yang sama."
