Di tengah patahan sajak; ada rindu yang tertuai merundung sendu
Kecupan susastra menempuh ke muka senja
Celah sudut sempit menghimpit jiwa yang terasing
Menyisir hamparan rumput yang menjadikan rimba semati tugu
Selang beberapa dahan mengejar bayangan yang telah direnggut malam
Kemana aku harus berlari?
Malam akhirnya dipukul angin mendendam
Sosok yang terbang entah kemana berkelana
Tergoreslah setelah endapan yang tumbuh di atasnya mati harapan
Sebab kenangan bukan hanya berjajar membisu tapi juga memanggil-manggil!
Tiada suara selain rintik air mata yang seolah kutuk
Seonggok ilusi di bongkahan kepala hanya menghadirkan kekalutan luar biasa
Tangis tak pernah selesai mengiris dada yang sudah berkeping
Semakin gugur putik-putik perasaan menyulut semerbak mimpi
Kegelisahan tanpa ujung dalam remah-remah masa lalu menggila
Akhirnya menggantung di lembar perpisahan yang lupa pertemuan
Minggu, 27 Jan 2019, Riau
11:12
KAMU SEDANG MEMBACA
Renjana
RomanceHighest rank #1 in Quotes 18/01/2019 "Karena sajak tidak akan pernah berbohong. Sajak adalah suara hati dari penulisnya, dan mungkin kita sedang mengalami hal yang sama."
